Breaking News:

Tribun Sulbar

Program Vaksinasi di Sulbar Masih Jauh dari Target, Pelayanan Publik Baru 20 Persen

Program vaksinasi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) belum mencapai target. Baru sekira 60 persen dari total sasaran tahap pertama dan kedua.

Tribun Timur
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, saat meninjau vaksinasi di gedung gabungan dinas di Kabupaten Polman.(nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Program vaksinasi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) belum capai target. Baru sekira 60 persen dari total sasaran tahap pertama dan kedua.

Untuk vaksinasi tahap pertama dan kedua, sasarannya vaksinasi kepada 889,039 ribu orang, terdiri dari nakes, pelayanan publik, masyarakat rentan secara (geopasial, sosial dan ekonomi), masyarakat umum pelaku ekonomi dan masyarakat rentan lainnya (lansia).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Muhammad Ikhwan, menjelaskan secara presentase nakes baru mencapai 86,6 persen dari 10,569 yang menjadi sasaran.

"Sementara pelayan publik 22,42 persen dari 94,023 yang menjadi sasaran untuk tahap pertama dan kedua,"kata Ikhwan kepada tribun timur, Selasa (23/3/2021).

Menurutnya, untuk tahap pertama dan tahap kedua ini perlu kerja keras sehingga hasil untuk tahap ketiga bisa tercapai target, minimal mendekati.

"Tujuan vaksin untuk menciptakan herd emmunity, tapi ini bisa tercapai jika cakupan vaksinasi mencapai 70 persen,"tuturnya.

Kata Ihwan, pihaknya saat ini masih gencar sosialisasi dan edukasi masyarakat sehingga target tercapai.

"Untuk lansia itu, masih berada dibawah dua persen. Sedangkan targetnya harus melebihi 50 persen,"ucapnya.

Dia mengungkapkan, yang paling rendah capaiannya adalah Kabupaten Mamuju.

"Kita berharap tahap ketiga nanti target sudah tercapai,"kata dia.

Dikatakan, penyebab vaksinasi masih sangat rendah dikarenakan mudahnya masyarakat menerima informasi mengenai vaksin yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Harus dilakukan kampanye massif atau membentuk Pokja dengan melibatkn stakeholder yang lain, kemudian membuka sentra pelayanan baru untuk memperbayak sentra-sentra pelayanan dengan melibatkan swasta,"tuturnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved