Breaking News:

Gempa Sulbar

Rehabilitasi Kantor Pemerintah di Sulbar Prioritaskan Rusak Ringan dan Sedang

Tim Rehabilitasi Rekonstruksi Pos Komando Transisi Darurat secara bertahap menyelesaikan pengerjaan rekonstruksi akibat gempa. 

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Kondisi Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang terekam menggunakan kamera drone di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (2012021). Setelah ditinjau Presiden Jokowi Selasa (1912021) Gedung yang rusak akibat gempa bumi ini mulai dibenahi, terpantau sejumlah alat berat membersihkan puing gedung yang amruk. TRIBUN TIMURSANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Tim Rehabilitasi Rekonstruksi Pos Komando Transisi Darurat secara bertahap menyelesaikan pengerjaan rekonstruksi atas kerusakan kantor pemerintahan akibat gempa. 

Kemarin, dua gedung berada di kompleks gubernuran telah tuntas, yakni Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Sulbar dan Kantor Dinas Kearsipan Pemprov Sulbar. 

Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Safaruddin Sanusi berterimakasih kepada Tim Rehab-Recon, bersama Tim Kementerian PUPR yang telah bekerja menuntaskan kerusakan di Kantor Diskominfo selama sebulan lebih.

Dengan begitu, pelayanan di Diskominfo dapat kembali dilakukan di dalam gedung setelah berada di tenda selama dua bulan.

"Alhamdulillah, pengerjaan rekontruksi yang cepat dan berkualitas, hari ini telah rampung," kata Safaruddin usai menandatangani pemanfaatan hasil rekonstruksi dari BUMN, Cipta Karya, PUPR, dan Pelaksana Berantas, di Kantor Dinas Kominfo Sulbar, Selasa (23/3/2021).

Dia pun membeberkan, pasca gempa 6,2 kemarin, kerusakan kantor Dinas Kominfo kategori Rusak Ringan (RR) sehingga menjadi prioritas rehabilitasi, disisi lain pelayanan Diskominfo Pers yang juga terlibat dalam Bidang Data Posko Komando maka rekonstruksi Kantor Diskominfo menjadi salah satu prioritas.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Sulbar Muh Aksan mengatakan, rehab rekon kerusakan akibat gempa terlebih dahulu mengutamakan pengerjaan sara pelayanan, seperti kantor pemerintahan, kesehatan dan pendidikan.

"Tentu akan memakan waktu lama sebab terlebih dahulu melakukan pengangkutan aset sebelum dilakukan rekonstruksi,"ujarnya.

"Fokus kita disitu dulu, sementara ini beberapa instansi masih melakukan pengangkutan aset," sambungnya.

Kata dia, proses rehabilitasi dan rekonstruksi mendahulukan perkantoran dengan kategori rusak ringan dan sedang, utamanya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, seperti rumah sakit.

Sebelumnya Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengaku untuk melakukan perbaikan rumah rusak memang tidak dilakukan serta merta, harus disertai data yang akurat.

"Semua membutuhkan data yang akurat," tutur Ali Baal. (tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved