Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Gowa

Peletakan Batu Pertama Program Sapi Perah Gowa, SYL: 17 Agustus Hasilnya Dinikmati

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hari ini dilakukan peletakan batu pertama di lokasi pengembangan sapi perah. 

TRIBUN TIMUR/SAYYID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dengan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory), Kementan RI menggelar peletakan batu pertama di Eks Pabrik Markisa, Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, Selasa (16/3/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dengan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory), menggelar peletakan batu pertama.

Peletakan batu dihadiri langsung Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Peletakan batu pertama pembangunan medium scale dairy farm atau inkubator sapi perah dan penanaman rumput jenis odot sebanyak 1.000 stek dan jenis indigofera 500 stek di Eks Pabrik Markisa, Desa Tonasa, KecamatanTombolopao,  Selasa (16/3/2021).

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hari ini dilakukan peletakan batu pertama di lokasi pengembangan sapi perah

"Saya bersama Bupati Gowa didudukung oleh TNI-Polri mengemplementasi program kesiapan kita mempersiapkan sapi perah yang lebih siap di seluruh Indonesia," ujarnya. 

Kata SYL, Bupati Gowa intens ingin mengembangkan sapi perah di Gowa ditambah lahan dan kesiapan untuk peternakan cukup memungkinkan secara teknis. 

Bahkan telah direncakan hingga kepemasaran dengan menggandeng PT. Cimory sebagai offteker. 

"Pak bupati sudah merencanakan dari hulu ke hilir, ini juga membahagiakan karena budidayanya bisa dilakukan dan hadirnya Cimory sebagai offteker yang akan mengambil semua hasil sapi perahnya," ujarnya. 

Ia berharap rencana Pemkab Gowa dalam program ini bisa terwujud dan mampu merasakan susunya tepat pada tanggal 17 Agustus mendatang serta perencanaan Cimory dalam membangun industri pengolahan susu dari skala kecil bisa menjadi besar dengan mendapatkan bantuan-bantuan dari berbagai pihak. 

"Kita harus pahami kebutuhan susu kita masih terkontribusi hampir 70-80 persen dari impertasi. Dan inilah yang harus kita lakukan upaya-upaya kemampuan kita sendiri sesuai kebutuhan susu yang kita harapkan di masa akan datang," ujarnya. 

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Kabupaten Gowa dan Indonesia secara keseluruhan mengakibatkan perekonomian masyarakat terhambat.

Sehingga pemerintah Kabupaten Gowa terus berinovasi untuk menarik investasi masuk di Gowa salah satunya adalah dalam bentuk kerjasama ini. 

"Hari ini kami patut berbangga karena pak menteri tidak pernah melupakan kampung halamannya. Apalagi ditengah pandemi ini perekonomian terhambat bahkan terhenti, kami yakin dengan masuknya Cimory di Gowa akan membawa berkah dan pendapatan yang baik bagi masyarakat kita," katanya. 

Progres yang sangat cepat ini diakui Adnan karena terpacu dengan target yang diberikan oleh Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo yang ingin merasakan susunya pada 17 Agustus mendatang, sehingga selain peletakan batu pertama ini ia akan mulai para penggarap menjadi sebuah kelompok untuk diberikan sapi perah ini. 

"Sekarang sudah koordinasi dengan Cimory masyarakat yang mengelola selama ini di tempat ini nanti semua akan dijadikan kelompok, kemudian kita berikan sapi perahnya untuk dipelihara lalu susunya diperah setiap hari dan hasilnya itu akan dibeli oleh Cimory sebagai offteker. Insya Allah lebih banyak manfaatnya," katanya. 

Sebelum memberikan bantuan sapi perah ini kepada kelompok masyarakat, mereka akan dilatih terlebih dahulu dengan memberangkatkan ke Cimory untuk belajar bagaimana menghasilkan susu yang baik.

Karena memelihara sapi perah sangat berbeda dengan memelihara sapi potong. 

"Masyarakat ini akan dilatih di pulau Jawa selama sebulan agar bisa mengetahui tentang sapi perah, pakannya dan lainnya agar apa yang diinginkam dalam program ini mampu kita raih," kata Bupati dua periode ini.

Pemilik PT. Cisarua Mountaine Dairy (Cimory), Bambang Sutantio, mengaku akan bertindak sebagai offteker atau pembeli berapapun susu yang dihasilkan pada program sapi perah ini. 

"Kerjasama ini sebetulnya kerjasama antara Gowa dan Kemnetan RI untuk memulai peternaan sapi perah tersebut ditempat ini. Namun kami akan bertindak sebagai offteker dan tidak terlibat dalam peternakannya tapi dalam pengelolaan industrinya sekaligus memarkan di skala provinsi hingga nasional," bebernya

Lanjutnya, susu perah ini tidak mampu bertahan lebih dari satu hari sehingga perlu diolah agar tahan lama untuk dipasarkan bersamaan dengan itu pihaknya akan membangun industri pengolahan susu berskala kecil. 

"Memamerkan ini perlu tempat pengolahan dan wisatanya jadi itu yang akan kita bangun rencananya di Jalan Poros Malino dengan skala kecil dulu sampai tumbuh bersamaan dengan populasi sapi perah yang ada di Gowa, mudah-mudahan program ini berjalan dengan baik dan susunya juga menghasilkan kualitas yang baik," harapnya. 

Kegiatan ini turut dihadiri Ditjen PKH Kementan RI, Nasrullah, jajaran eselon I dan II Kementan RI, Pangdam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Andi Sumangerukka, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni, Pj Sekda Gowa, Hj Kamsina, jajaran Forkopimda Gowa dan pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa. 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved