Breaking News:

Tribun Bone

Mahasiswa Meninggal Usai Mengikuti Diksar Mapala IAIN Bone, Rektor: Belum Bisa Dijelaskan

Jika ada pelanggaran yang menyebabkan seorang mahasiswa meninggal dunia, kata dia, pihak kampus akan mengambil tindakan hukum.

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (15/3/2021) 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Irsan (19), warga Lingkungan Rompae, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dunia, Senin (15/3/2021) sekira pukul 11.00 Wita.

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone diduga menjadi korban kekerasan setelah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Mapala) kampus beberapa hari lalu.

Jasadnya pun telah dikebumikan sore tadi sekira pukul 17.00 Wita.

Saudara korban, Irmawati mengatakan, korban pulang dari Diksar dalam kondisi lemas. 

Ditemukan luka memar dan lebam ditubuh korban. Kuku ibu kakinya juga terkelupas.

Sementara Rektor IAIN Watampone, Prof Nuzul mengatakan, dia terlebih dahulu mendengarkan keterangan dari semua pihak.

"Dua pihak perlu didengar terlebih dahulu. Saya ingin mendengar semuanya," katanya Senin (15/3/2021).

Jika ada pelanggaran yang menyebabkan seorang mahasiswa meninggal dunia, kata dia, pihak kampus akan mengambil tindakan hukum.

"Sekarang belum bisa dijelaskan.  Apa lagi menurut info, polisi juga sedang mencari tahu dan melakukan penyelidikan," ucapnya.

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved