Breaking News:

Edy Rahmat Pejabat yang di OTT KPK, Terancam Dipecat Tidak Hormat, BKD Sulsel Siapkan Skenario

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Imran Jauzi mengatakan, aturannya jelas, bahwa yang bersangkutan harus diberhentikan sementara.

net
Para tersangka suap proyek Sulsel - Edy Rahmat (tengah) terima uang suap untuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (kanan) dari kontraktor Agung Sucipto (kiri) di Jl Sultan Hasanuddin Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat diberhentikan oleh badan Kepegawaian daerah (BKD) Sulsel.

Hal tersebut dilakukan BKD, karena adanya dugaan kasus korupsi yang menyeret Edy.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Imran Jauzi mengatakan, aturannya jelas, bahwa yang bersangkutan harus diberhentikan sementara.

Edi ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa perizinan dan pembangunan infrastruktur

di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel TA 2020-2021.

Menurut Imran, pihaknya juga saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menerbitkan surat

pemberhentian sementara kepada Edi.

"Penghentian sementara itu sebagai ASN, hak gajinya 50 persen. Kita sekarang mengsulukan untuk meminta ijin kepada Mendagri pemberhentian

sementara," kata Imran, Jumat (5/3).

Halaman
1234
Editor: Saldy Irawan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved