Breaking News:

Tribun Luwu

Tujuh Senjata Api Dikuasai Personel Polres Luwu Ditarik, Pemilik Melakukan Pelanggaran?

Tujuh senjata api (senpi) yang selama ini dikuasai oleh personel Polres Luwu ditarik.

Polres Luwu
Suasana pemeriksaan senjata api di halaman Mapolres Luwu, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Tujuh senjata api (senpi) yang selama ini dikuasai oleh personel Polres Luwu ditarik.

Penarikan senpi dari tangan ketujuh polisi karena mereka dianggap belum memenuhi syarat.

Penarikan dilakukan setelah melalui pemeriksaan senpi di halaman Mapolres Luwu, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kamis (4/3/2021).

"Ada 30 senpi yang diperiksa dan tujuh ditarik karena belum memenuhi syarat," kata Kabag Sumda Polres Luwu, Kompol Ridal.

Menurut Ridal, pemeriksaan senpi dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mencegah peningkatan pelanggaran anggota Polri.

Selain di Polres Luwu, pemeriksaan juga dilakukan di jajaran Polsek.

Ia menuturkan, pemeriksaan senpi meliputi surat-surat, hasil psikotes, dan surat masa berlaku.

Guna memastikan senpi yang digunakan sesuai protap Polri.

"Pengecekan dan pemeriksaan ini dalam rangka menekan penyalahgunaan senpi, yang dibawa benar-benar aman," ujar Ridal.

Sementara Wakapolres Luwu, Kompol Abdul Salam mengatakan, pemeriksaan ini merupakan langkah awal dalam mengantisipasi dan mencegah peningkatan pelanggaran anggota Polri.

"Jika surat-surat dalam kondisi mati, maka senpi tersebut akan ditarik," katanya.

Hal yang sama jika surat senpi maupun hasil psikotes dan berpangkat bripda atau briptu belum layak di persenjatakan.

"Anggota yang memegang senpi juga harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian atau psikologi, dan berpangkat brigpol ke atas serta tidak pernah bermasalah selama bertugas," tutup Salam.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved