Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MAN 2 Model Dilapor IDI Makassar ke Kapolda Sulsel Karena Gelar Sekolah Tatap Muka

Sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas X . Namun hal ini mendapat penolakan keras dari IDI Kota Makassar.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
tangkapan layar youtube
ILUSTRASI- suasana sekolah MAN 2 Model Makassar. Dikabarkan proses sekolah tatap muka yang digelar dilaporkan IDI ke Kapolda Sulsel 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Proses belajar tatap muka yang dilakukan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar langsung dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Makassar ke Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.

Padahal sebelumnya, pihak sekolah sudah di beri peringatan bahaya Covid-19 terhadap anak anak namun tetap kekeh membuka tatap muka padahal Covid-19 masih tinggi.

Sebelumnya proses belajar tatap muka MAN 2 Kota Makassar diumumkan melalui surat B. 008/Ma.21.12.02/PP.006/03/2021 yang isinya menyampaikan ke orang tua siswa agar dilakukan tatap muka langsung secara terbatas.

Sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas X .

Namun hal ini mendapat penolakan keras dari IDI Kota Makassar.

"Apapun alasannya kita bicara fakta dimana positive Rate 19 persen di Indonesia artinya 10 orang dilakukan testing swab/PCR akan ada 4 orang positif , standar WHO hanya 5 persen , selain itu angka Covid-19 propinsi Sulawesi Selatan masih masuk 5-7 tertinggi di Indonesia dan Makassar sebagai epicentrum," jelas Ketua IDI Kota Makassar dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH MKes dalam rilisnya yang diterima Tribun Timur, Kamis (4/3/2021).

Atas dasar itu IDI Makassar tolak kebijakan tatap muka baik secara bertahap atau sekaligus semua jenjang pendidikan.

"Apa yang di lakukan MAN 2 Model bentuk pelanggaran UU no 4 Tahun 1984 terkait wabah penyakit menular, dan UU no 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan bentuk ketidakpekaan terhadap pandemik Covid-19, Guru saja belum di vaksin apalagi siswa," ujar Dokter dengan sapaan Dokter Anto itu.

Lanjutnya, ia pun mengatakan pertanggungjawaban akan didapatkan dari siapa jika saja para siswa terkena covid-19.

"Anak anak bisa terpapar di sekolah , bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah setelah itu membawa virus ke keluarga dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga," bebernya.

IDI Kota Makassar menghimbau masyarakat melaporkan jika ada kebijakan sepihak sekolah gelar tatap muka ditengah meningginya Covid-19.

"Seluruh warga sekolah termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19 , idealnya untuk Sulawesi selatan 1200-1300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR diluar pemeriksaan penderita positif Covid-19," tegasnya.

Setelah itu, sambungnya, maka akan masuk pada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah, termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril.

IDI Kota Makassar juga mengucapkan terima kasihnya kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam bersama jajarannya atas dukungannya memutus penyebaran virus corona di Sulsel.

"Dan semua pihak harus bersama bersatu memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19 dengan disiplin melakukan 3 M yakni Menjaga Jarak , Mencuci Tangan , Memakai Masker," pungkas Dokter Anto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved