Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Minum Racun Sianida

BREAKING NEWS: Mahasiswa Atma Jaya Makassar Minum Racun Sianida Hingga Tewas

Dari hasil olah TKP sementara, polisi menduga, Enrico meninggal dunia dengan cara meneguk racun sianida.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Warga komplek perumahan Stella Maris, Jl Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, ditemukan tidak bernyawa dalam kamar rumahnya, Kamis (4/3/2021) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga komplek perumahan Stella Maris, Jl Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, ditemukan tidak bernyawa dalam kamar rumahnya, Kamis (4/3/2021) malam.

Warga yang diketahui bernama Enrico Leonardo (22) itu pertama kali ditemukan tidak bernyawa oleh keluarganya dan membuat geger warga sekitar.

Personel Polsek Rapoocini yang mendapat informasi itu, pun mendatangi lokasi.

"Kondisi korban (Enrico) sudah terbujur kaku dan diperkirakan sudah meninggal dunia sejak tadi malam (Rabu malam)," kata Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurman Matasa.

Dari hasil olah TKP sementara, polisi menduga, Enrico meninggal dunia dengan cara meneguk racun sianida.

Itu dikuatkan dengan adanya barang bukti racun sianida yang ditemukan dalam kamar almarhum.

"Di TKP itu kita temukan ada (racun) sianida dan ada juga tulisan korban di selembar kerta mengatakan, 'jangan di sentuh ada sianida'," ujarnya.

"Jadi kuat dugaan yang bersangkutan bunuh diri, karena ditemukan barang bukti kemudian bau sianida itu juga di dalam kamar sangat menyengat," sambungnya.

Tidak hanya itu, Enrico yang merupakan mahasiswa Universitas Atma Jaya, juga sempat menulis status di media sosialnya.

"Dia tulis pesan menarik diri dari medsos melalui WhatsAppnya," ungkap Nurman.

Meski tinggal bersama keluarganya, Enrico baru diketahui meninggal dunia sekitar pukul 16.30 sore tadi.

Hal itu, kata Nurman, lantaran pihak keluarga menduga Enrico masih tertidur pulas.

Jenazah almarhum kini dibawa ke Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel untuk diperiksa lebih lanjut.

Meski demikian, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Belum diketahui motif hingga Enrico nekat menghabisi nyawa sendiri.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved