Breaking News:

Gempa Sulbar

17.282 Warga Mamuju dan 3.142 Majene Masih di Tenda Pengungsian

Sebulan lebih pascagempa Sulbar di Majene dan Mamuju, puluhan ribu masyarakat masih berada di tenda pengungsian.

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Ratusan tenda-tenda pengungsian warga di halaman Stadion Manakarra Mamuju.(nurhaditribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Sebulan lebih pascagempa bumi magnitudo 6.2 di Majene dan Mamuju, Sulbar, puluhan ribu masyarakat masih berada di tenda pengungsian.

Berdasarkan data dari posko transisi darurat, sebanyak 17.282 jiwa atau 4.521 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Mamuju masih berada di pengungsian yang tersebar di lima kecamatan.

Di Kecamatan Mamuju 1.899 jiwa, Tapalang Barat 5.316 jiwa, Simboro 4.879 jiwa, Tapalang 5.581 jiwa dan Kalukku 7 jiwa.

"Ini berdasakan data per 28 Februari yang baru dirilis per 1 Maret 2021,"kata juru bicara Safaruddin Sanusi DM kepada Tribun, Selasa (2/3/2021).

Dari total 17.282 warga yang masih mengungsi di Kabupaten Mamuju, terdapat 1.476 bayi yang membutuhkan perhatian lebih.

Adapun di Kabupaten Majene, warga yang masih mengungsi hingga saat ini sebanyak 3.142 jiwa atau 742 KK yang tersebar di kecamatan Malunda dan Ulumanda.

"Di kecamatan Malunda 2.671 dan di kecamatan Ulumanda 271 jiwa,"ucapnya.

Dari 3.142 jiwa warga Malunda dan Ulumanda, Majene, yang tinggal ditenda pengungsian sampai saat ini, 55 diantaranya merupakan bayi.

Akibat gempa bumi yang terjadi pada 15 Januari lalu, menelang korban jiwa sebanyak 107 orang. Di Mamuju 96 dan Majene 11.

Kemudian yang mengalami luka berat, di Kabupaten Mamuju 209 dan Kabupaten Majene 69 orang. Sementara luka ringan di Mamuju 8.846 dan Majene 3.696. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved