Breaking News:

Tribun Polman

Operasikan TV Kabel Berlangganan Tanpa Izin, Warga Polman Diperiksa Polisi

Seorang warga Desa Galeso, Wonomulyo Polman, Kahar, harus berurusan dengan aparat kepolisian.

ist
Warga Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo Polman, diperiksa di Polsek Wonomulyo karena operasikan tv kabel ilegal 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Seorang warga Desa Galeso, Wonomulyo Polman, Kahar, harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Hal ini dikarenakan ia mengoperasikan tv kabel berlaangganan tak memilik izin atau ilegal.

Selain ilegal, tv kabel berlangganan yang dioperasikan Kahar tidak memiliki administrasi dan tak punya nama sebagai badan usaha.

Kahar diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dtktimsus) Polda Sulawesi Barat (Sulbar).

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulbar, Abd Rahman mengatakan, pihaknya juga langsung menyegel perangkat yang digunakan pelaku usaha LPB itu

"Kami langsung melakukan penyegelan, karena pihak pengelola tidak memiliki IPP dari Kominfo RI maupun surat perjanjian kerjasama bergabung dengan salah-satu lembaga penyiaran resmi yang telah mengantongi IPP” kata Rahman di Mamuju, Minggu (28/2/2021).

Usai dimintai keterangan di Polsek Wonomulyo, Kahar, mengakui bahwa sudah setahun lebih memancarluaskan siarannya dari Televisi Nasional.

Padahal tidak boleh lagi disiarkan melalui perangkat analog seperti perangkatnya saat ini.

Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulbar, Ahmad Syafri Rasyid menyesalkan adanya pengelola TV Kabel yang masih melakukan aktifitas penyiaran tanpa mengantongi izin bersiaran.

“Kami sangat prihatin atas sikap pemilik LPB ini, apalagi yang bersangkutan adalah tekhnisi salah-satu lembaga penyiaran berlangganan yang telah mengantongi IPP yang tentunya sudah sangat paham dengan aturan penyiaran yang berlaku,"jelasnya.

KPID Sulbar kata Ahmad Syafri, selalu melakukan pendekatan kepada seluruh lembaga penyiaran di daerah agar tertib administrasi.

Agar pelaku usaha TV Kabel semakin memahami pentingnya izin jika ingin bersiaran atau setidaknya ada niat bergabung dengan lembaga penyiaran berizin karena aturan memberi ruang untuk itu. .(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved