Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Foto Penampakan Uang Suap Rp 2 M buat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dari Agung Sucipto Temannya

Foto penampakan uang suap Rp 2 M buat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dari Agung Sucipto temannya.

KPK
Petugas KPK memperlihatkan barang bukti uang Rp 2 miliar yang dipakai Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto untuk menyuap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melalui Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat. Barang bukti itu diperlihatkan saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Ahad atau Minggu (28/2/2021) dini hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Foto penampakan uang suap Rp 2 M buat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dari Agung Sucipto temannya.

Nurdin Abdullah harus terjungkal dari jabatannya sebagai Gubernur Sulsel periode 2018-2023.

Dia ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK karena menerima suap senilai Rp 2 miliar untuk memuluskan proyek.

Akhirnya, KPK pun menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.

KPK diketahui mengamankan Nurdin di rumah dinasnya setelah sebelumnya menggelar operasi tangkap tangan terhadap Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS), dan Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat (ER).

“Pada sekitar pukul 02.00 Wita, NA ( Nurdin Abdullah ) juga diamankan di rumah jabatan dinas Gubernur Sulsel,” ucap Ketua KPK Firli Bahuri saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Dalam OTT tersebut, awalnya KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diberikan Agung Sucipto kepada Nurdin Abdullah melalui Edy Rahmat, sebagai representasi sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah.

Agung Sucipto dikenal sudah lama berteman dengan Nurdin Abdullah.

Sekitar pukul 20.24 WIB, Agung Sucipto menuju ke salah satu rumah makan di Makassar, yakni RM Nelayan di Jl Ali Malaka.

Di sana rupanya diketahui sudah ada Edy Rahmat yang menunggunya.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved