Perceraian di Sulsel
Tepuk Sakinah Tekan Perceraian
Tepuk Sakinah jadi metode interaktif Kemenag untuk bimbingan calon pengantin. Menag optimistis bisa tekan angka perceraian di Indonesia.
TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof Nasaruddin Umar optimistis program Tepuk Sakinah bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan tingginya angka perceraian di Tanah Air.
Tepuk Sakinah merupakan inovasi kreatif Kementerian Agama (Kemenag) melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) untuk calon pengantin.
Program ini berupa permainan tepuk tangan yang dipadukan dengan syair sederhana berisi lima pilar keluarga sakinah.
Konsep ini mirip dengan tepuk semangat atau tepuk pramuka, sehingga terasa akrab dan menyenangkan bagi peserta bimbingan.
Tujuan Tepuk Sakinah adalah membantu calon pengantin lebih mudah memahami dan mengingat nilai-nilai penting dalam membangun rumah tangga.
Materi bimbingan pra-nikah seringkali padat dan formal, sehingga Kemenag menciptakan cara penyampaian yang interaktif agar suasana tidak kaku.
Dengan cara ini, peserta bisa belajar sambil terlibat aktif, tetap fokus, dan suasana kelas menjadi lebih hidup.
Menurut Nasaruddin sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, fenomena perceraian di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan.
Angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Baca juga: Pertengkaran Biang Hancurnya Rumah Tangga
“Apapun yang kita lakukan adalah untuk melestarikan perkawinan, karena sekarang kita sangat prihatin angka perceraian semakin meningkat,” kata Prof Nasaruddin saat ditemui usai kick off Kabupaten Maros Kota Zakat di Kantor Bupati Maros, Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (4/10/2025).
Ia menegaskan, pernikahan merupakan institusi suci yang harus dijaga.
Makanya, Kementerian Agama terus mencari berbagai cara agar rumah tangga umat tetap kokoh.
“Salah satunya dengan pemberdayaan institusi pembinaan perkawinan dan inovasi Tepuk Sakinah ini hadir untuk mendukung itu,” jelasnya.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI, Prof Abu Rokhmad menambahkan, setiap upaya yang dilakukan bertujuan untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
“Segala hal untuk menjaga tetap utuh, dan tidak terjadi perceraian itu salah satunya dengan bimbingan perkawinan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251004-Menag-Republik-Indonesia-Prof-Nasaruddin-Umar.jpg)