Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Ditetapkan KPK Tersangka Pidana Korupsi, Penghargaan BHACA Gubernur Nurdin Abdullah Terancam Dicabut

Adapun yang berwenang menarik award adalah organisasi BHACA yang dipimpin Shanti L Poesposoetjipto selaku Ketua Dewan Pengurus.

dok.tribun
Jumpa pers Ketua KPK Firli Bahuri saat penetapan Nurdin Abdullah sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka dugaan pidana korupsi, Minggu (28/2/2021) pukul 01.45 Wita.

Nurdin Abdullah sebelumnya ditangkap KPK setelah dijemput di rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (27/2) dini hari. NA ditangkap bersama beberapa orang lainnya.

Lalu NA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi beberapa proyek pembangunan di Sulawesi Selatan.

Penangkapan NA ini terasa ironis karena selama ini ia dikenal sebagai kepala daerah yang menorehkan banyak prestasi, khususnya ketika menjabat Bupati Bantaeng.

Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng selama 2 periode mulai 2008 hingga 2018.

Ketika itu ia diusung PKS, PBB, PKB, PPNUI, PNBK, Patriot, PIB, PSI, dan Partai Merdeka.

Selama 6 tahun awal NA memimpin, Kabupaten Bantaeng menyabet lebih dari 50 penghargaan tingkat nasional.

Termasuk ketika itu, Kabupaten Bantaeng menyabet 4 kali berturut-turut piala Adipura yang sebelumnya tidak pernah didapatkan.

Selain itu, 3 tahun berturut-turut meraih Otonomi Award dan berhasil memenangkan Innovative Government Award (IGA) tahun 2013 yang diadakan Kementerian Dalam Negeri.

Pilgub Sulsel 2018

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved