Breaking News:

Tribun Enrekang

Cuaca Ekstrem, BPBD Enrekang Ingatkan Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Abdullah mengimbau masyarakat Kabupaten Enrekang agar tetap waspada bencana.

ist
Bencana Longsor yang menutupi badan jalan sempat memutus akses ke tiga desa di Kecamata Enrekang, Kabupaten Enrekang beberapa waktu lalu 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Kabupaten Enrekang sudah mulai memasuki musim penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Abdullah mengimbau masyarakat Kabupaten Enrekang agar tetap waspada bencana.

Menurutnya berdasarkan informasi dari BMKG cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Enrekang hingga April.

Sehingga pihaknya senantiasa mengimbau masyarakat, baik lewat lisan maupun melalui medsos agar selalu waspada akan terjadinya bencana longsor dan banjir termasuk angin puting beliung di masa cuaca ekstrem ini.

"Kita ingatkan agar masyarakat kita tetap waspada akan terjadinya  bencana di cuaca ekstrem saat ini," kata Abdullah, Minggu (28/2/2021).

Ia menjelaskan, seluruh kecamatan di Kabupaten Enrekang rawan terjadi bencana karena daerah kita memang perbukitan.

Serta Bumi Massenrempulu juga dilalui tiga sungai besar yakni Sungai Saddang, Sungai Mata Allo dan Sungai Tabang. 

Namun, dari tiga sungai besar itu paling rawan adalah Sungai Saddang dan Sungai Mata Allo.

Daerah paling rawan longsor adalah Kecamatan Anggeraja, Baraka dan Masalle serta seluruh wilayah Duri.

Sebab, pembukaan lahan yang massif dan metode pertanian yang tak memperhatikan lingkungan jadi salah satu penyebab kerap terjadinya bencana longsor.

"Makanya kita selalu imbau agar masyarakat lakukan pertanian rama lingkunan, seperti membuat terasering dan perbaiki saluan air saat bertani," ujarnya.

Untuk itu, Ia telah melakukan beberapa langkah antisipasi dengan menyiagakan personel TRC  1x 24 jam di posko untuk antisipasi kebencanaan.

Termasuk beberapa lokasi paling rawan sudah diminimalisir seperti Perumahan Kukku, sudah dibuat tanggul buronjong penahan air di wilayahnya itu untuk mencegah bencana banjir di wilayah itu.

"Personel kita juga tiap setiap hujan deras itu tim TRC selalu pantau kondisi arus atau debet aliran sungai," tuturnya. (tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved