Breaking News:

Gempa Sulbar

60 Titik Longsor Akibat Gempa di Majene dan Mamuju Sudah Ditangani

60 titik longsor yang terjadi saat gempa di Mamuju dan Majene, sudah ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Sulbar.

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Pihak Dinas PU Sulbar dan Majene bersama TNI melakukan penurunan batu dari tebing di titik longsor Jl Trans Sulawesi, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Majene.(nurhaditribun). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Sebanyak 60 titik longsor yang terjadi saat gempa bumi bermagnitudo 6.2 di Mamuju dan Majene, sudah ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Sulbar.

"Ada 60 lebih titik longsor yang telah dibuka di dua Kabupaten, Mamuju dan Majene," kata  Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Sulbar, Muh. Akhsan, saat ditemui di Posko Transisi Darurat Pemprov Sulbar, Sabtu (25/2/2021).

Titik longsor yang kini sudah tertangani itu terdapat di Salutambung dan Urekan Kecamatan Ulumanda sebanyak 46 titik.

Labuan Rano, Tappalang Barat satu titik dan di Dusun Lombe Taukong Pangalo hingga Perumahan Transmigrasi Tama Jannah lima titik.

"Sebelumnya, sudah ada lima titik longsor di jalan poros Kabupaten Majene-Mamuju. Seperti yang kita lihat sekarang, jalan itu sekarang sudah bisa digunakan masyarakat,"ujar Akhsan. 

Bukan hanya dari Pemprov, kata Akhsan, TNI bersama relawan juga tengah berupaya membuka keterisolasian di Desa Rante Doda Kecamatan Tappalang.

Hingga saat ini, TNI dan relawan telah menyelesaikan empat titik longsor di desa tersebut.

Aksan menuturkan, khusus di Bela dan Kopeang, karena medan jalan yang ekstrem,  volume pekerjaan besar. Pengerjaan jalan di wilayah ini tidak dapat dilakukan secara darurat, tidak bisa diselesaikan dalam satu atau dua bulan.  

"Kalau Bela dan Kopeang lebih parah, masih panjang, masih ada 20 kiloan yang belum rampung,"sambungnya. 

Menurut Akhsan dibutuhkan waktu hingga 3 tahun untuk penanganan di Bela dan Kopeang. Dikerjakan secara reguler dan multi years. Mulai dari penyusunan perencanaan hingga pelaksanaannya.

"Butuh perencanaan matang, perencanaan saja, bisa mencapai 8 bulan baru dinilai matang dan siap,"katanya.

M Aksan menyebutkan, pada masa tanggap darurat bencana, pihaknya baru dapat menyelesaikan pembukaan badan jalan sampai di Desa Ulu Taan sepanjang 6,4  kilometer.

Ia berharap, akan dapat lebih terbangun koordinasi dan kerja sama Pemprov dengan Pemkab membuka jalan yang terdampak longsor.

"Apalagi yang lebih mengenal medan itu pihak kabupaten karena jalannya berstatus jalan kabupaten,"tuturAkhsan. (tribun-timur.com).

(Kerjasama Bidang Data, Informasi dan Humas Posko Transisi Darurat)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved