Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Berikut Nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari Tahun 1725 - 1798

Sebanyak 13 orang menjabat sebagai Gubernur Hindia Belanda dari tahun 1725 hingga 1798.

Editor: Sudirman
Kompas
Daftar Gubernur Jenderal VOC 

Ia juga meresmikan kantor pos Batavia pada 28 Agustus 1746, yang saat ini dikenal sebagai Hari Jadi Pos Indonesia.

Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1750-1761)

Selama Jacob Mossel menjabat sebagai gubernur jenderal, kondisi perekonomiannya tergolong buruk karena peranan VOC dalam perdagangan merosot pesat.

Selain itu, adanya pemberontakan oleh masyarakat Tionghoa pada 1740 juga berpengaruh pada hal ini. Oleh karena itu ia menyewakan tanah di sekitar Batavia dan Bogor sebagai upaya menambah kas VOC.

Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra (1761-1775)

 Ia diangkat menjadi gubernur jenderal pada saat berusia 49 tahun. Namun, pelantikkannya ditunda karena Parra menunggu kepastian dari VOC.

Ia merupakan pemilik perkebunan swasta di ujung selatan Molenvliet Timur serta pojok Noordwijk.

Gubernur Jenderal Jeremias van Riemsdijk (1775-1777) 

Jeremias diangkat menjadi gubernur jenderal setelah menjadi kapten pada bagian Kerk di VOC.

Jeremias adalah juragan gula yang sangat kaya dan berambisi untuk memperkaya dirinya sendiri. Akhrinya ia dipecat dari jabatannya.

Gubernur Jenderal Reinier de Klerk (1778-1780)

Reinier merupakan pendiri Museum Gajah pada 1778. Selain itu, rumah miliknya, yaitu Villa Molenvliet, dijadikan Gedung Arsip Nasional setelah ia meninggal.

Ia mengawali karirnya sebagai midshipman di atas kapal perang Kamer van Zeeland. Pada 1754 ia diangkat menjadi Penasihat Luar Biasa Hindia dan pada 1762 diangkat menjadi Penasihat di Dewan Hindia Belanda.

Sehari setelah Jeremian van Riemsdijk meninggal, ia dipilih untuk menggantikan posisi Riemsdijk sebagai Gubernur Jenderal Hindia. Ia dikenal sebagai sosok gubernur yang pekerja keras dan berupaya untuk membawa budaya Belanda ke Hindia Belanda.

Salah satu upayanya adalah membawa Bahasa Belanda ke dalam sistem pendidikan di Hindia Belanda.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved