Tribun Makassar
Selamatkan Korban Tenggelam, Dua Taruna Pelayaran Barombong asal Bone Terima Penghargaan Ini
Dua taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong, Makassar, mendapat penghargaan usai melakukan aksi heroik penyelamatan
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua taruna Politeknik Pelayaran Barombong, Makassar, mendapat penghargaan usai melakukan aksi heroik penyelamatan orang nyaris tenggelam.
Keduanya, Taruna Semester III Pra-Prala atau persiapan berangkat berlayar, program Diklat Pelaut pembentukan tingkat IV, Rama Kharisma dan Lukman.
"Tentunya pihak kampus merasa bangga atas inisiatif mereka (Rama dan Lukman)," kata Kepala Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni, DR Capt Ilham Ashari dikonfirmasi tribun, Senin (22/2/2021) siang.
"Dan akan memberikan penghargaan kepada mereka berdua dengan penempatan praktek layar prioritas pada kapal-kapal niaga mitra politeknik Pelayaran Barombong," sambung Ilham.
Ilham menjelaskan, aksi penyelamatan keduanya berlangsung di Pantai Barombong yang tidak jauh dari kampus BP2IP, Minggu sore kemarin.
Saat itu kata dia, terdapat lima remaja pria belasan tahun (16-18) sedang berenang di pinggir pantai.
Satu dari kelimanya, berenang kejauhan hingga terseret ombak ke arah tengah laut.
Empat temannya yang berhasil lolos dari terjangan ombak pun berteriak minta tolong.
Teriakan itu didengar Rama dan Lukman yang sedang libur dan menikmati waktu sore di belakang kampus.
Keduanya pun mendatangi sumber teriakan itu dan melompat ke laut melakukan penyelamatan.
"Penyelamatan itu adalah wujud responsibility mereka (Rama dan Lukman) dan tanggap darurat sebagaimana yang diajarkan dalam materi pelatihan sea survival training selama di kampus," kata Ilham.
Meskipun tanpa peralatan memadai lanjut Ilham, dengan jiwa survival yang ditanamkan dalam pendidikan di kampus, Lukman dan Rama berhasil melakukan penyelamatan.
"Bahwa jiwa manusia adalah hal utama yang harus diselamatkan, mereka berdua dengan perhitungan yang cukup matang, berusaha untuk menyelamatkan korban yang terseret air laut kurang lebih 200 meter dari bibir pantai dalam cuaca kurang baik dan bergelombang," ujarnya.
Saat korban berhasil dipapah hingga ke bibir pantai, korban yang belum diketahui identitasnya itu kata Ilham sempat pingsan.
Wajahnya, mulai memucak dan nyaris tenggelam lantaran diduga mengalami keram.
"Alhamdulillah (korban) berhasil diselamatkan hingga dibawa kepinggir pantai dan dibawa kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Korban sempat pingsan saat tiba didarat," tuturnya.(Tribun-Timur/Muslimin Emba).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/taruna-semester-iii-pra-prala-atau-persiapan-berangkat-berlayar.jpg)