Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sumpah Mubahalah

Sebut 'SBY Bilang Mega Kecolongan' Pernyataan Benar, Marzuki Alie Siap Sumpah Mubahalah, Apa Itu?

Sebut 'SBY Bilang Mega Kecolongan' Pernyataan Benar, Marzuki Alie Siap Sumpah Mubahalah, Apa Itu?

Editor: Mansur AM
kolase tribunnews
SBY dan Megawati - Garap-gara pernyataan Marzuki Alie 'SBY bilang Megawati kecolongan', hubungan Demokrat dan PDIP memanas lagi. Marzuki Alie siap Sumpah Mubahalah atas kebenaran pernyataannya itu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Istilah Sumpah Mubahalah ramai lagi.

Ini menyusul pernyataan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie siap melakukan Sumpah Mubahalah terkait pernyataannya bahwa 'SBY bilang Megawati kecolongan'

Apa Itu Sumpah Mubahalah?

Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengatakan pernyataan Marzuki Alie soal 'SBY bilang Megawati kecolongan dua kali' itu sebagai statement hantu alias karangan belaka.

Marzuki membantah keras bahwa yang diucapkannya itu fiktif.

Dia pun siap untuk bersumpah atau mubahalah bahwa ucapan tersebut pernah dilontarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pak Andi, perjalanan saya dengan SBY bisa saya pertanggungjawabkan lahir bathin, bisa bermubahalah karena saksi tunggal semuanya sudah meninggal dunia," kata Marzuki melalui akun Twitternya, @marzukialie_MA, yang dikutip Tribunnews.com, Kamis (18/2/2021).

Sebelumnya, soal pernyataan SBY bilang Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali, disampaikan Marzuki dalam bincang-bincang dengan mantan Anggota DPR Akbar Faizal, yang ditayangkan di akun YouTube Akbar Faizal Uncensored.

Marzuki menceritakan pernah menjadi orang yang sangat dipercaya SBY di masa awal berdirinya Partai Demokrat sekaligus pencalonan SBY sebagai presiden di Pilpres 2004.

Dalam suatu momen, Marzuki bercerita soal pertemuannya dengan SBY setelah Pemilu Legislatif 2004.

"Setelah Partai Demokrat lolos pemilu legislatif dapat tujuh sekian persen (suara), saya ketemu SBY," kata Marzuki.

Marzuki mengatakan, dalam pertemuan itu SBY mengutarakan niatnya maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 berpasangan Jusuf Kalla (JK).

SBY dan JK sama-sama menjabat sebagai menteri di kabinet yang dipimpin Megawati Soekarnoputri yang saat itu sebagai Presiden RI.

Saat itu SBY menjabat Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan JK menjabat Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

Namun saat itu SBY mengundurkan diri dari jabatan menteri menjelang dimulainya Pemilu 2004.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved