Breaking News:

KPK

Pakar Hukum Unhas Dr Hasrul Benarkan Wamenkumham, Juliari dan Edhy Prabowo Bisa Dihukum Mati

Pakar Hukum Unhas benarkan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej, Juliari Peter Batubara dan Edhy Prabowo bisa dihukum mati karena korupsi.

handover
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara 

TRIBUN-TIMUR.COM-  Wakil Menteri Hukum dan HAM atau Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej menganggap dua mantan menteri era Presiden Jokowi - Maruf Amin bisa dihukum mati.

Sebab, eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara melakukan korupsi di tengah bencana non alam. 

Menurut Eddy Hiariej, kedua mantan Menteri itu layak dituntut hukuman mati karena melakukan praktik korupsi di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Eddy Hiariej, sapaan Wamenkumham, saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk "Telaah Kritis terhadap Arah Pembentukan dan Penegakkan Hukum di Masa Pandemi" yang ditayangkan secara daring di akun YouTube Kanal Pengetahuan FH UGM, Selasa (16/2/2021).

"Kedua mantan menteri ini (Edhy Prabowo dan Juliari Batubara) melakukan perbuatan korupsi yang kemudian terkena OTT KPK. Bagi saya mereka layak dituntut Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang mana pemberatannya sampai pidana mati," ucap Eddy sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Selasa.

Pakar Hukum Unhas Muh Hasrul.
Pakar Hukum Unhas Dr Muh Hasrul. (ist)

Selain itu, korupsi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan jabatan yang mereka emban sebagai menteri.

"Jadi dua yang memberatkan itu dan itu sudah lebih dari cukup dengan Pasal 2 Ayat 2 UU Tipikor," tutur Eddy Hiariej.

Lalu bagaimana analisis pakar hukum Universitas Hasanuddin atau Unhas Makassar, Dr Muhammad Hasrul SH MH, bagaimana seseorang bisa dihukum mati saat melakukan korupsi.

Kepala Pusat Anti Korupsi Universitas Hasanuddin ini mengatakan, hukum mati merujuk Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Hukuman mati sebenarnya tercantum di awal undang-undang. Di Pasal 2 tentang Tindak Pidana Korupsi, tercantum di ayat 2 bahwa: "Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan," katanya, Kamis (18/2/2021).

Halaman
12
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved