Breaking News:

Tribun Bulukumba

Proses Tender Jembatan Bialo Diduga Bermasalah, Anggota DPRD Bulukumba Datangi ULP Sulsel

Proses tender tahap empat Jembatan Muara Sungai Bialo, di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba

ist
Komisi A dan C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, saat melakukan kunjungan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP), di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (17/2/2021) 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Proses tender tahap empat Jembatan Muara Sungai Bialo, di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), dinilai bermasalah.

Pasalnya, proses tender dinilai tanpa melalui proses validasi dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bulukumba, terhadap rekanan yang ikut lelang.

Terutama perusahaan yang menjadi pemenang. 

Alamat kantor rekanan pemenang diduga bodong, karena mencatut alamat rumah anggota DPRD Bulukumba, H Abu Thalib.

Komisi A dan C DPRD Bulukumba, melakukan kunjungan ke ULP Sulsel untuk melakukan konsultasi.

Mereka dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal.

"Yang dikonsultasikan adalah  terkait proses lelang jembatan sungai bialo yang dianggap bermasalah, dalam hal persyaratan administrasi proses tender tidak sesuai dengan Perpres 16 tahun 2018 dan petunjuk tehnis pengadaan barang dan jasa," kata Legislator Golkar, Juandy Tandean, Rabu (17/2/2021).

Dalam waktu dekat, lanjut Juandy, ketua komisi A kembali bakal memanggil APIP dan juga PPK Dinas PUPR Bulukumba untuk menjelaskan masalah ini 

JT, akronim namanya, berharap agar segala proses yang berlansung untuk mega proyek jembatan sungai bialo ini tidak ada cacat prosedur dan cacat hukum.

Sehingga tercipta proses yang efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved