Tribun Edukasi
Bagaimana Cara Pengolahan Minyak Bumi hingga Menghasilkan Gas, Bensin, Solar & Aspal?
Pada proses penyulingan ini, minyak bumi yang masih mentah dipanaskan dengan suhu tertentu di dalam tanki khusus.
Untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, minyak bumi perlu dimurnikan.
Salah satu caranya adalah dengan metode distilasi atau penyulingan.
Dari proses distilasi ini dihasilkan produk yang beragam seperti gas, bahan bakar minyak, solar, avtur, dan ter.
Pada proses distilasi ini, minyak bumi yang masih mentah dipanaskan dengan suhu tertentu di dalam tanki khusus.
Selama proses ini, akan terjadi fraksi atau proses pemisahan komponen sesuai dengan ketahanan suhu masing-masing komponen.
Dari hasil fraksi ini maka didapatkan komponen yang beragam.
Pada suhu lebih kecil dari 20°C, tepat pada puncak tanki distilasi akan terdapat uapan minyak mentah berupa gas.
Gas ini yang kita gunakan untuk keperluan dapur yaitu gas LPG.
Pada suhu 30°C hingga 85°C terdapat hasil penyulingan berupa bensin untuk motor dan mobil.
Pada suhu 35°C hingga 175°C hasil penyulingannya berupa nafta yang banyak digunakan dalam indutri kimia sebagai pelarut, bahan pembuatan plastik, dan juga bahan baku pembuatan bensin dengan oktan tinggi seperti pertamax dan pertamax plus.
Pada suhu 175°C hingga 230°C hasil penyulingannya berupa kerosin. Kerosin digunakan sebagai bahan bakar pembuatan avtur atau bahan bakar pesawat.
Pada suhu 230°C hingga 340°C hasil penyulingannya berupa solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel seperti truk-truk ekspedisi. Pada suhu 340°C hingga 565°C hasil penyulingannya berupa minyak pemanas (fuel oil).
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, minyak pemanas digunakan dalam ketel uap pembangkit listrik, bahan bakar kapal laut, dan juga pelumas atau oli.
Pada suhu lebih dari 565°C hasil penyulingan minyak Bumi berupa aspal sekaligus hasil terakhir dari penyulingan. Aspal digunakan sebagai pelapis utama dalam pembuatan jalan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com