Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Bagaimana Cara Pengolahan Minyak Bumi hingga Menghasilkan Gas, Bensin, Solar & Aspal?

Pada proses penyulingan ini, minyak bumi yang masih mentah dipanaskan dengan suhu tertentu di dalam tanki khusus.

Editor: Waode Nurmin
(Shutterstock)
Ilustrasi minyak bumi 

TRIBUN-TIMUR.COM  - Minyak bumi telah digunakan oleh manusia sejak dahulu kala dan masih tetap digunakan hingga sekarang.

Dalam sejarahnya, penggunaan minyak bumi dianggap jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan minyak yang bersumber dari bahan lain, misalnya minyak paus.

Selain murah, minyak bumi juga realtif lebih mudah didapatkan karena banyak terdapat di dalam tanah.

Konsumsi minyak bumi di era modern semakin bertambah seiring dengan semakin pesatnya penggunaan kendaraan bermotor.

Sayangnya, minyak bumi merupakakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena untuk menghasilkan endapan minyak bumi yang siap digunakan memerlukan waktu ratusan hingga ribuan tahun.

Cara Mendapatkan Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan minyak alami yang tidak dimurnikan yang berasal dari endapan hidrokarbon yang sangat kompleks.

Proses geologis yang terjadi secara terus menerus mengakibatkan endapan hidrokarbon menjadi terbenam semakin dalam ke dalam kerak bumi. Hal ini juga mengakibatkan kandungan dalam minyak bumi semakin kompleks.

Material batuan di daratan yang terkena pengaruh cuaca dan aktivitas geologis selama ratusan tahun terbawa ke lautan dan akhirnya terakumulasi menjadi lapisan yang kompleks.

 Biasanya material ini terjebak dalam lapisan batuan permeabel sehingga batuan ini dapat dibor lalu dipasangkan pipa untuk menarik minyak bumi ke permukaan.

Setelah itu Gas dan minyak yang didapatkan lalu distabilkan untuk kemudian dipisahkan.

Gas dan minyak diangkut dengan menggunakan pipa yang dihubungkan dengan tanker kapal.

Dilansir dari The Essential Chemical Industry, jika gas diangkut dengan menggunakan kapal, maka Gas akan dilikuidasi terlebih dahulu.

Inilah kenapa sebagian besar tambang minyak bumi berada di lepas pantai.

Cara Pengolahan Minyak Bumi

diagram gambar minyak bumi
diagram gambar minyak bumi ((Shutterstock))

Untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, minyak bumi perlu dimurnikan.

Salah satu caranya adalah dengan metode distilasi atau penyulingan.

Dari proses distilasi ini dihasilkan produk yang beragam seperti gas, bahan bakar minyak, solar, avtur, dan ter.

Pada proses distilasi ini, minyak bumi yang masih mentah dipanaskan dengan suhu tertentu di dalam tanki khusus.

Selama proses ini, akan terjadi fraksi atau proses pemisahan komponen sesuai dengan ketahanan suhu masing-masing komponen.

Dari hasil fraksi ini maka didapatkan komponen yang beragam.

Pada suhu lebih kecil dari 20°C, tepat pada puncak tanki distilasi akan terdapat uapan minyak mentah berupa gas.

Gas ini yang kita gunakan untuk keperluan dapur yaitu gas LPG.

Pada suhu 30°C hingga 85°C terdapat hasil penyulingan berupa bensin untuk motor dan mobil.

Pada suhu 35°C hingga 175°C hasil penyulingannya berupa nafta yang banyak digunakan dalam indutri kimia sebagai pelarut, bahan pembuatan plastik, dan juga bahan baku pembuatan bensin dengan oktan tinggi seperti pertamax dan pertamax plus.

Pada suhu 175°C hingga 230°C hasil penyulingannya berupa kerosin. Kerosin digunakan sebagai bahan bakar pembuatan avtur atau bahan bakar pesawat.

Pada suhu 230°C hingga 340°C hasil penyulingannya berupa solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel seperti truk-truk ekspedisi. Pada suhu 340°C hingga 565°C hasil penyulingannya berupa minyak pemanas (fuel oil).

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, minyak pemanas digunakan dalam ketel uap pembangkit listrik, bahan bakar kapal laut, dan juga pelumas atau oli. 

Pada suhu lebih dari 565°C hasil penyulingan minyak Bumi berupa aspal sekaligus hasil terakhir dari penyulingan. Aspal digunakan sebagai pelapis utama dalam pembuatan jalan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved