Breaking News:

Tribun Kampus

Prof Hamdan Juhannis Puji Unismuh Makassar Kampus Super Sehat

informasi dan pendapat harus senantiasa berbasis data yang kuat tidak boleh hanya omong kosong.

Citizen Reporter/Fadlan L Nasurung
Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua, Prof Hamdan Juhannis 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua, Prof Hamdan Juhannis, menyebut kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sebagai kampus super sehat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Wisuda ke-72 Unismuh Makassar, Minggu (14/2/2021) di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar.

"Unismuh itu adalah perguruan tinggi super sehat, sangat sehat. Indikatornya itu secara rutin mengeluarkan dan memproduksi banyak alumni," kata Prof Hamdan yang juga Rektor UIN Alauddin Makassar.

Dikatakannya, pada era pandemi Covid-19, ia membatasi keluar rumah.

Tetapi karena yang mengundang adalah Unismuh Makassar, maka ia tak tidak ada alasan untuk tidak menghadiri acara wisuda tersebut.

"Saya takut makecce ati, Rektor Unismuh Makassar kalau saya tidak hadir pada acara wisuda kali ini," tuturnya.

Menurut Prof Hamdan, Rektor Prof H Ambo Asse adalah senior, tentor dan sesama Guru Besar di UIN Alauddin Makassar. 

Belum lagi selaku Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulsel. 

Hal sama dengan Ketua BPH Unismuh, Saiful Saleh, selaku senior dan sahabat sudah lama.

Dalam kesempatan itu, Prof Hamdan memberi tiga pesan kepada para alumni untuk meningkatkan literasi pada semua kehidupan dalam kondisi pandemi yang sedang berlangsung saat ini.

"Peningkatan literasi itu pada keagamaan, data dan teknologi serta  kemanusiaan. Literasi keagamaan diperkuat, maka tidak ada ceritanya sarjana Unismuh Makassar yang tidak bisa mengaji," pesannya.

Demikian halnya dengan literasi data teknologi. Menurutnya, informasi dan pendapat harus senantiasa berbasis data yang kuat tidak boleh hanya omong kosong.

"Penguatan literasi kemanusiaan, berarti empati pada sesama manusia harus menjadi perhatian," Prof Hamdan.

Penulis: Rudi Salam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved