UIN Alauddin Makassar Raih Treasury Awards KPPN II Makassar Kategori CMS Tertinggi
UIN Alauddin Makassar meraih penghargaan treasury awards dari KPPN II Makassar Kategori CMS Tertinggi.
TRIBUN-TIMUR.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan.
Kampus yang dikenal dengan tagline Kampus Peradaban ini berhasil meraih penghargaan Treasury Awards dari KPPN II Makassar kategori Transaksi Cash Management System (CMS) Tertinggi.
Dalam penghargaan tersebut, UIN Alauddin Makassar menempati posisi pertama, disusul oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Makassar.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, Supendi, didampingi oleh Kepala KPPN Makassar II, Abdullah Syahidin.
Hadir menerima penghargaan, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, Anwar Abubakar, pada acara yang berlangsung di Kantor KPPN II Makassar, Kamis (25/9/2025).
Kepala Biro AUPK, Anwar Abubakar menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan ini.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa UIN Alauddin Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan efisien melalui sistem CMS,” ungkapnya.
Ia menambahkan, capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh tim di Biro AUPK dan dukungan pimpinan universitas. Menurutnya, penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam pengelolaan keuangan.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Selatan, Supendi, dalam sambutannya menuturkan bahwa Treasury Awards merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap satuan kerja yang mampu mengoptimalkan pengelolaan keuangan negara.
“Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh instansi untuk mengelola keuangan dengan lebih baik dan profesional,” ujarnya.
Dengan pencapaian ini, UIN Alauddin Makassar menunjukkan konsistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam tata kelola administrasi dan keuangan negara.(*)
| Prof Wahyuddin Halim: Orang Taat Menjalankan Ritual Agama tapi Tetap Korupsi |
|
|---|
| Mengupayakan Ruang Perjumpaan Iman |
|
|---|
| Tolak Karangan Bunga, Prof Wahyuddin Halim : Tanpa Gratifikasi, Tetapi Memiliki Gravitasi Yang Kuat |
|
|---|
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Alauddin, Prof Wahyuddin Halim: Akademisi Tidak Berhenti Belajar |
|
|---|
| Profesor yang Tidak Pernah Bercita-cita Jadi Prof |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TREASURY-AWARDS.jpg)