Breaking News:

Kereta Api Sulsel

VIDEO: Anggota Komisi V DPR RI Sebut Pembebasan Lahan Kereta Api Sulsel Sudah Berlarut-larut

Anggota Komisi V DPR RI Muh Aras mengatakan pembebasan lahan proyek kereta api Trans-Sulawesi memang sudah berlarut-larut.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Anggota Komisi V DPR RI Muh Aras mengatakan pembebasan lahan proyek kereta api Trans-Sulawesi memang sudah berlarut-larut

Komisi V DPR RI membidangi infrastruktur dan perhubungan dan bermitra kerja dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Muh Aras mengatakan kendala utama proyek Kereta Api Sulsel adalah persoalan lahan.

Hal itu disampaikan Aras menanggapi insiden gebrak meja Deputi I Kantor Staf Kepresidenan Febri Calvin Tetelepta di depan pejabat Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kemenhub, Rabu (10/2/2021) siang.

Febri Calvin Tetelepta marah karena pembebasan lahan pembangunan proyek strategis nasional di Sulsel masih bersoal hingga kini.

"Hampir semua orang tahu kendala utama persoalan lahan. Ini sudah berlarut-larut," kata Aras kepada Tribun, Rabu (10/2/2021).

Sebagai legislator asal Sulsel, Aras mengaku sudah berulang kali hadir di tengah masyarakat memberikan support dan dorongan dalam pembebasan lahan.

Ia mendorong pihak balai dan Elman melakukan langkah-langkah cepat untuk membebaskan lahan kereta api Trans Sulawesi.

Bahkan, Aras mengaku turun ke lokasi meminta Pemda, kepolisian hingga pangdam membantu pembahasan lahan proyek perkeretaapian itu.

"Sampai hari ini memang progresnya cukup lumayan, Pangkep sudah 90 persen. Maros 50 persen," ujarnya. 

"Tapi ini sudah melampaui batas waktu yang memang dijadwalkan dari awal," sambung Aras.

Legislator Fraksi PPP ini meminta meminta pihak perkeretaapian dan Elman untuk bisa melakukan pendekatan lebih serius kepada seluruh masyarakat yang terkena pembebasan lahan.

Menurutnya, pihak balai kereta api harus mendorong masyarakat agar rela melepaskan tanahnya untuk kepentingan umum.

"Kami terus mendorong mengharapkan keseriusan departemen perhubungan kereta api untuk bisa menyelesaikan pembebasan lahan secara cepat," tandasnya. (*)

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved