Breaking News:

Gempa Sulbar

PMI Sulbar Kembali Open Donasi untuk Penyintas Gempa Majene dan Mamuju

PMI Provinsi Sulawesi Barat kembali open donasi untuk para korban bencana gempa bumi di Mamuju dan Majene.

ISTIMEWA
Relawan PMI Sulbar bersama anak-anak penyintas gempa mencuci tangan di lokasi pengusian. Air yang digunakan merupakan air dari gumbang yang disediakan PMI di pengungsian. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Barat kembali open donasi untuk para korban bencana gempa bumi di Mamuju dan Majene.

Open donasi dilakukan kembali PMI khususnya dalam upaya memenuhi kebutuhan penyintas masih tinggal di pengungsian hingga saat ini.

Kepala Markas PMI Sulbar Lukman Dahlan mengungkapkan, kebutuhan para penyintas gempa masih cukup banyak, apalagi mereka yang rumahnya tidak bisa dihuni lagi dan harus tinggal di pengungsian.

"Maka dari itu, PMI melakukan open donasi, sehingga siapa saja yang ingin menyalurkan bantuannya bisa dititipkan kepada kami untuk disalurkan kembali ke pengungsi demi meringankan penderitaan mereka,"kata Lukman di Mamuju, Kamis (11/2/2021).

Karena itu, dia mengajak para  dermawan yang ingin menyalurkan donasinya melalui PMI bisa mentransfer ke rekening 71-003-000018215-1 Bank Sulselbar atas nama PMI Provinsi Sulbar.

Selain itu, untuk mengetahui kondisi pengungsi, apa saja kebutuhan mereka dan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI di lokasi bencana gempa di Kabupaten Mamuju dan Mejene bisa menghubungi langsung di nomor hotline informasi gempa Sulbar di nomor 0853-1545-9537.

"Semua bantuan yang dititipkan ke PMI tentunya akan sampai ke tangan para penyintas gempa yang saat ini masih banyak membutuhkan uluran tangan,"ujarnya.

Dia mengatakan, adapun kebutuhan utama penyintas khususnya yang tinggal di pengungsian seperti perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi (susu, vitamin dan makanan tambahan), obat-obatan, hygiene kit, terpal, sembako dan lain sebagainya.

Meski begitu, dia lebih menyarankan kepada  donatur agar bantuan yang diberikan dalam bentuk barang, mengingat saat ini aktivitas pertokoan atau perdagangan di Sulbar khususnya Mamuju masih lumpuh karena pasar dan sejumlah toko rusak berat.

Lukman mengatakan hingga saat ini meskipun masa tanggap darurat bencana gempa sudah dicabut pada 4 Februari, namum PMI masih terus memberikan berbagai pelayanan dan pendistribusian bantuan.

"PMI berkomitmen melaksanakan tugasnya sebagai lembaga kemanusiaan terbesar di Indonesia untuk terus memberikan bantuan demi meringankan para korban gempa yang kondisinya memprihatinkan,"pungkasnya.

Sebab, kata dia, bencana ini tidak hanya merusak permukiman warga dan fasilitas umum lainnya, juga merusak mata pencaharian masyarakat, sehingga pendapatan penyintas berkurang drastis bahkan ada yang tidak bisa bekerja karena tempat bekerjanya rusak.

"Maka dari itu, bantuan sekecil apapun akan sangat membantu meringankan penderitaan para penyintas yang saat ini dalam kondisi serba darurat dan kekurangan,"tuturnya. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved