Breaking News:

BPJS Kesehatan Surplus, Denny Siregar: Alhamdulillah Akhirnya Bisa Surplus, Capek Dengar Rugi Mulu

Denny Siregar berkomentar terkait BPJS Kesehatan yang kini surplus. Denny Siregar bahkan mengucap syukur.

Editor: Sakinah Sudin
Istimewa
Denny Siregar 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar berkomentar terkait BPJS Kesehatan yang kini surplus.

Denny Siregar bahkan mengucap syukur seperti dilansir Tribun-timur.com di akun Twitter @Dennysiregar7.

"Alhamdulillah, akhirnya
@BPJSKesehatanRI
bisa surplus juga. Capek dengar rugi mulu..

Saya tetap pada motto, "Membayar BPJS bukan karena ingin memakainya, tapi justru sbg alat bersyukur pada Tuhan krn saya diberi kesehatan.." tulis Denny Siregar, Rabu (10/2/2021).

Cuitan Denny Siregar disertai link artikel BPJS Kesehatan Surplus Rp 18.7 T di tahun 2020.

Dilansir Tribun-timur.com dari Tribunnew.com, BPJS Kesehatan mencatat hingga akhir tahun 2020, pendanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terhitung cukup.

Bahkan cashflow/arus kas dana jaminan sehat (DJS) Kesehatan surplus Rp 18,7 triliun.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, dengan kondisi keuangan DJS Kesehatan yang sehat itu, menunjukkan kemampuan BPJS Kesehatan dalam membayar seluruh tagihan pelayanan kesehatan secara tepat waktu kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk juga penyelesaian pembayaran atas tagihan tahun 2019.

"Data unaudited mencatat, setelah dilakukan pembayaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, posisi per 31 Desember 2020, DJS Kesehatan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp 18,7 Triliun," kata Fahmi, Senin (8/4/2021).

Diharapkan pada tahun 2021, melihat tata kelola yang andal, Program JKN-KIS mulai dapat membentuk dana cadangan teknis untuk memenuhi persyaratan tingkat kesehatan keuangan DJS Kesehatan sesuai regulasi.

Baca juga: Kelar Fit and Proper Test, Ketua Komisi IX:Dewas BPJS Jangan Hanya Jadi Pelengkap dan Tukang Stempel

"Ke depan kita akan terus pantau. Dengan memperhatikan tingkat kesehatan masyarakat serta melihat kondisi ekonomi Indonesia. Namun kondisi cashflow DJS Kesehatan yang berangsur sehat ini menjadi hal yang positif untuk keberlangsungan Program JKN-KIS ke depan serta meringankan Direksi BPJS Kesehatan di masa mendatang,” tambah Fachmi.

Fachmi menyatakan, arus kas DJS Kesehatan yang cukup ini, tentu juga akan berimbas pada peningkatan kualitas layanan. (Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin/ Tribunnews.com/ Rina Ayu Panca Rini)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved