Penanganan Covid
Kesembuhan 91,2%, Kematian di Rendah Rt 0,79, Gubernur Nurdin Abdullah: Presiden Puji Sulsel
Kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan penurunan. Angka kesembuhan dalam seminggu mencapai 91,2 persen
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam rapat koordinasi bersama para Gubernur dari sejumlah provinsi, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Jawa Timur, Gubernur, Banten, Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Kalimantan Timur di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Meskipun sempat meningkat, namun karena penanganan yang intensif melalui program Trisula (Tracing, tracking, testing) dan wisata duta covid, kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan penurunan.
Selain itu, tingkat kematian yang disebabkan positif covid-19 pun cenderung rendah, bahkan angka kesembuhan menunjukkan peningkatan.
Hal tersebut terlihat dari sejumlah data mingguan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, di mana angka kesembuhan dalam seminggu mencapai 91,2 persen, lebih tinggi dibandingkan angka kesembuhan secara nasional, yakni di angka 82,6 persen.
Data angka kematian pun saat ini berada di level 1,5 persen, lebih rendah dari angka kematian secara nasional, 2,9 persen.
Kondisi ini juga terlihat dari nilai Rt atau angka reproduksi yang berada di bawah 1, yakni 0,79, yang menandakan bahwa covid terkendali.
"Dalam rapat koordinasi bersama sejumlah Gubernur, Presiden Jokowi memuji penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan, yang terlihat dari sejumlah data pendukung. Presiden meminta daerah lainnya untuk mengikuti apa yang dilakukan di Sulsel, tracing, tracking dan testing-nya lebih diperkuat" kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melalui Juru Bicara Gubernur Veronica Moniaga, usai pertemuan dengan Presiden Jokowi.
Gubernur NA juga mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar proses vaksinasi di seluruh wilayah dimaksimalkan, dan dipercepat, sehingga kekebalan imun dapat meningkat.
Bahkan Presiden menambahkan agar program vaksinasi di daerah, fokus pada warga yang rentan tertular dan menularkan covid, baik itu tenaga kesehatan, para warga yang beraktivitas di keramaian seperti di pasar.
"Jadi presiden mendorong agar sejumlah daerah untuk segera menyelesaikan proses vaksinasi. Setelah vaksinasi untuk nakes selesai, segera teruskan dengan program vaksinasi bagi masyarakat umum, khususnya bagi mereka yang rentan tertular dan menularkan Covid," katanya.
"Upayakan secepatnya, sehingga distribusi vaksin ke daerah pun lancar, jangan sampai tidak kebagian karena lamban dalam pelaksanaannya," jelas NA.
Gubernur NA juga menyampaikan pesan penting Presiden Jokowi kepada sejumlah Kepala daerah yang hadir, agar kiranya tidak mengeluarkan kebijakan yang dapat melemahkan kegiatan perekonomian di daerahnya masing-masing, terutama kebijakan yang menghambat pelaku usaha untuk terus menggerakkan roda perekonomian di daerah melalui aktivitasnya
"Presiden meminta para kepala daerah berhati-hati membuat kebijakan, kiranya tidak mengeluarkan kebijakan yang menghambat pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Jadi bagaimana tetap fokus menangani covid19," katanya.
"Namun, tidak melupakan upaya pemulihan ekonomi. Jangan sampai kebijakan menjadi penghambat pelaku usaha di tengah mereka berjuang untuk bangkit dan terus memutar roda ekonomi," jelasnya.
(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad
Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribun-timur.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/presiden-jokowi-memimpin-rapat-koordinasi-bersama-para-gubernur-dari-sejumlah-provinsi.jpg)