Breaking News:

Tribun Pinrang

Warga Desa Kariango Pinrang Minta Dibangunkan Jembatan Permanen

Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pinrang telah merespon jembatan penghubung antara Desa Kariango dan Desa Bakaru

TRIBUN-TIMUR.COM/NINING ANGRAENI
Warga Desa Kariango, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang bergotong royong membangun jembatan darurat, Senin (08022021). 

TRIBUNPINRANG.COM, LEMBANG - Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pinrang telah merespon jembatan penghubung antara Desa Kariango dan Desa Bakaru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang

Beberapa personil telah diturunkan untuk melihat langsung kondisi jembatan pasca ambruk. 

Kepala Desa Kariango, Muhammad Jafar mengaku sudah mendapat informasi bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Pinrang telah mensurvei jembatan tersebut. 

"Kemarin itu saya tidak ketemu langsung karena kan tidak ada akses ke Desa Bakaru. Jadi, saya komunikasi telepon dengan Pak Camat sebagai perantara. Katanya mau dibenahi saja. Tidak bisa dilakukan pembangunan jembatan," kata Muhammad Jafar saat dihubungi Tribunpinrang.com, Senin, (08/02/2021). 

Jafar mengatakan ia ingin kalau jembatan nantinya dipindahakan sekitar 30 meter dari tempat semula. 

"Kami maunya digeser sekitar 30 meter karena takutnya nanti tertimpa longsor lagi. Tapi katanya tidak bisa," lanjutnya. 

Jafar mengaku pihaknya ingin dibangun jembatan permanen. Dikarenakan ini merupakan satu-satunya akses yang bisa dilalui warga Desa Kariango untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Kami maunya permanen. Artinya bisa di lewati roda empat. Karena Desa kariango itu tidak bisa di jangkau roda empat sebenarnya. Kariango mi desa yang paling ketinggalan di Kecamatan Lembang, khususnya Kabupaten Pinrang," tutur Jafar. 

Terkait pembenahan jembatan, Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pinrang, Awaluddin mengatakan butuh waktu 1 sampai 2 minggu untuk turun lagi ke lokasi. 

"Secepatnya.  Kami sudah turunkan tim survei untuk menghitung estimasi anggaran yang digunakan untuk jembatan. Setelah itu kami terjun lagi lakukan percepatan untuk perbaikan. kurang lebih 1 atau  dua minggu kami turun lagi," kata Awaluddin. 

Awaluddin mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan pembangunan dan hanya fokus pada pembenahan jembatan. 

"Kalau permanen kami belum bisa. Kami upayakan pembenahan. Untuk saat ini tidak ada dana pembangunan. Kita lakukan dana pemeliharaan jembatan insidental yang sifatnya mendadak," lanjutnya. 

Awaluddin mengaku untuk pembangunan jembatan permanen butuh dana besar. 

"Pihak kami sudah lakukan survei di sana untuk dicarikan titik alternatif pembenahan jembatan. Itukan bentangan atas jembatannya 104 meter, kita butuh anggaran 27 miliar jika mau dibangun jembatan beton. Tapi, kami punya keterbatasan pembiayaan untuk itu," pungkasnya.

Laporan wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani

Penulis: Nining Angraeni
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved