Breaking News:

Gempa Sulbar

Pelayanan Kesehatan RSU Regional Sulbar Masih Dipusatkan di Tenda Darurat

Hingga 22 hari pascagempa Sulbar, pelayanan kesehatan di RSU Regional Sulbar masih dipusatkan di luar gedung.

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Tenda darurat tempat pelayanan kesehatan luar gedung di RSU Regional Sulbar pascagempa bumi pada 15 Januari lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Hingga 22 hari pascagempa bumi magnitudo 6.2 SR mengguncang Majene dan Mamuju, pelayanan kesehatan di RSU Regional Sulbar masih dipusatkan di luar gedung.

Pantauan Tribun Timur.com, Sabtu (6/2/2021) seluruh tenaga medis melakukan pelayanan di tenda darurat. Mulai dari, rekam medik, poli hingga perawatan pasien.

Ada ratusan pasien saat ini dirawat di tenda darurat. Mulai dari pasien Covid hingga pasien umum dan pasien melahirkan.

"Jadi, sejak gempa bumi sampai sekarang memang kita pusatkan pelayanan di luar gedung. Seluruh pasien perawatannya di tenda, termasuk pasien Covid-19,"kata Direktur RSU Regional dr Indahwati Nursyamsi via telepon kepada Tribun Timur.

Dia mengatakan belum ada rencana untuk mengembalikan pelayanan kesehatan masuk dalam gedung karena masih ditakutkan terjadi gempa susulan.

Apalagi, kata dia, rata-rata pasien secara psikologi masih menyimpang trauma yang luar biasa sejak gempa pertama 5.9 SR pada siang hari sehingga tidak ada pasien yang mau dirawat dalam gedung.

"Pokok kita menunggu sampai situasi kembali kondusif. Apalagi sekarang masih sering ada gempa susulan, jadi kalau sudah ada penyampaian dari BMKG atau otoritas lainnya yang berwenang bahwa situasi sudah aman,kita sudah berani kembali ke ruangan untuk melakukan pelayanan kesehatan,"ujarnya.

Menurut dr Indah sejumlah bagian dalam gedung rumah sakit juga mengalami kerusakan sehingga tidak memungkin digunakan untuk sementara waktu.

"PUPR sudah melakukan audit kondisi gedung pascagempa dan insyaallah rumah sakit akan diprioritas untuk diperbaiki, tentu kami menunggu diperbaiki baru masuk, sambil menunggu kondisi aman,karena masih ada juga gempa-gempa susulan "katanya.

Untuk saat ini, kata dr Indah, ada tiga tenda besar dari BNPB digunakan sebagai pusat perawatan inap. Untuk mengantisipasi over kapasitas pihaknya akan meminta lagi tambahan tenda.

"Kita sudah minta ke BNPB untuk penambahan tenda, kita akan dikasi lagi dua tenda besar untuk perawatan dan satu tenda untuk ruangan operasi,"ucapnya.(tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved