Breaking News:

Khazanah Sejarah

Prof Dr Baharuddin Lopa Manusia Langka dari Mandar, Ketika Baharuddin Lopa Beli Mobil Kijang JK

JK tentang baharuddin lopa dan Abraham Samad tentang baharuddin lopa. JK ngotot beri diskon, Baharuddin Lopa ngotot menolak

Editor: AS Kambie
Prof Dr Baharuddin Lopa Manusia Langka dari Mandar, Ketika Baharuddin Lopa Beli Mobil Kijang JK
kompas.com
Baharuddin Lopa saat menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan pada tahun 1993. Ia menduduki posisi itu sejak 1988 hingga 1995.

PROF. DR. BAHARUDDIN LOPA
(Manusia Langka yang pernah kukenal)

Prof Dr Ahmad M Sewang MA, Guru Besar UIN Alauddin Makassar/Direktur DPP IMMIM
Prof Dr Ahmad M Sewang MA, Guru Besar UIN Alauddin Makassar/Ketua DPP IMMIM (ist)

Ahmad M Sewang
Penulis adalah Cendekawan Muslim/Ketua DPP IMMIM

Saya ingat saat Rektor mengetahui bahwa Baharuddin Lopa terlambat di luar ruangan karena kemacetan. Rektor, Prof Dr M Quraish Shihab MA, langsung turun tangan agar pintu dibukakan. Padahal siapa pun yang terlambat tidak dibolehkan masuk di ruang promosi. Saya pun sangat bangga atas kehadiran beliau.

Setelah beliau ditugaskan sebagai Dubes RI di Riyad. Saya bertemu di Mekah, di jalanan menuju Masjid Haram. Di pinggir jalan itu kami ngomong sambil duduk di tembok pembatas jalan sekaligus menunggu waktu Isya, sambil bertanya khabar dari kampung. Banyak orang singgah setelah melihat Baharuddin Lopa duduk di pinggir jalan.

"Banyak orang yang bertanya, kenapa bapak ingin menerima jabatan sebagai menteri? Bukankah Gusdur bak perahu sudah oleng mau tenggelam?"
Lugas, Baharuddin Lopa menjawab, "Banyak orang salah paham, saya ini bagai matahari yang sudah senja, sesaat lagi akan terbenam, ingin memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk mengabdi pada negara, bangsa, dan agama sedapat mungkin."
"Apa pun yang terjadi, walau umur tinggal sehari, hukum harus ditegakkan," tegas Baharuddin Lopa melanjutkan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baharuddin Lopa yang sering disingkat namanya dengan Barlop lahir di Desa Pambusuang, Mandar (kini Sulawesi Barat), 27 Agustus 1935.

Menurut kisah orang-orang tua di Desa Pambusuang bahwa orang tuanya termasuk keluarga taat beragama.

Lopa, ayah Baharuddin Lopa, termasuk rajin salat rawatib di masjid dan sering mengumpulkan para ulama untuk memberi pengajian di rumahnya.

Di sinilah Baharuddin Lopa kecil menyimak pengajian itu.

Di kampung di Desa Pambusuang ini pula mulai terbentuk kepribadian dan pengalaman Baharuddin Lopa yang kemudian mengiringinya sebagai bekal spiritual di saat melakukan perantauan perjalanan keliling di berbagai tempat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved