Breaking News:

Gempa Sulbar

Korban Gempa Sulbar yang Masih Mengungsi Capai 91,003 Jiwa

Penyintas gempa Sulbar yang mengungsi yang mencapai 91.003 jiwa. Jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan sebelumnya 93.000 jiwa.

ISTIMEWA
Menteri PPPA Bintang Puspayoga saat menyambagi penyintas gempa Sulbar di Mamuju yang masih berada di lokasi pengungsian 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Penyintas gempa Sulbar yang mengungsi mencapai 91.003 jiwa.

Hal itu disampaikan Dan Satgas Penanganan Bencana Gempa Bumi Sulbar Brigjen TNI Firman Dahlan.

Dikatakan, jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan sebelumnya yang mencapai 93.000 jiwa.

Dari 91.003 penyintas yang masih mengungsi, dari Kabupaten Mamuju 58.123 jiwa dan Kabupaten Majene sebesar 25.737 jiwa.

Sementara Kabupaten Polman sebesar 5.343 orang.

"Untuk korban meninggal dunia sebanyak 105 orang, dengan rincian 95 orang di Kabupaten Mamuju, 10 orang di Kabupaten Majene,"jelas Brigjen Firman.

Sementara untuk data kerusakan rumah, di Kabupaten Mamuju sebanyak 11.422, terdiri dari rusak ringan (RR) sebanyak 5.527, rusak sedang (RS) sebanyak 3.844 , dan rusak berat (RB) sebanyak 2.051.

Sedangkan di Kabupaten Majene, rumah rusak sebanyak 5.929, terdiri dari 1.656 RR , 1.538 RS, 2.735 RB. Sedangkan untuk Kabupaten Mamasa sebanyak 580 RR, 138 RS dan 47 RB.

"Diharapkan tanggal 15 Juli target tidak ada lagi pengungsi, baik yang rumahnya rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan. Yang masih menjadi kendala saat ini adalah kendaraan logistik ke tempat pengungsi karena maaih terdapat beberapa daerah yang sudah dijangkau,"katanya.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menyampaikan, dalam penanganan bencana gempa ini, selalu berbagi peran dengan Satgas.

Dalam pengelolaan tanggap darurat, sebanyak 178 kelompok relawan yang membantu dalam menyelesaikan permasalahan awal yaitu penanganan tanggap darurat.

"Dampak dari gempa ini tidak hanya aspek ekonomi, tapi panjang jalan kurang lebih 150 km mengalami kerusakan, kurang lebih 15.000 penduduk terisolasi sehingga ini betul-betul berdampak kepada pengungsi. Ini yang kami harapkan dapat menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Dengan kehadiran menteri di Sulbar, beban yang kami pikul tidak terlalu berat, apalagi daerah ini memiliki keleluasaan fiskal yang rendah di Indonesia,"tuturnya. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved