Breaking News:

Ketua Pengadilan Negeri Bone Pindah ke Bandung, Penggantinya dari Tasikmalaya

Surachmat mendapat promosi jabatan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Khusus Kelas IA Bandung.

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi saat menyerahkan cinderamata kepada Ketua Pengadilan Kelas IA Watampone yang lama, Surachmat, Jumat (29/1/2021). 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Watampone berganti. Pejabat lama, Surachmat digantikan oleh pejabat baru Moehammad Pandji Santoso.

Surachmat mendapat promosi jabatan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Khusus Kelas IA Bandung.

Sedangkan penggantinya, Pandji Santoso sebelumnya menjabat Wakil Ketua PN Kelas IA Tasikmalaya.

Selama menjabat Ketua PN Kelas IA Watampone, Surachmat berhasil mengubah pelayanan di PN Kelas IA Watampone menjadi lebih baik.

Pelayanan sekarang berbasis elektronik. Jadwal sidang dan perkara bisa langsung di lihat di monitor yang telah disiapkan. Begitupun dengan sarana dan prasarana.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan terima kasih kepada Surachmat beserta jajaran atas jasa dan darma baktinya selama mengabdi dua tahun di Kabupaten Bone.

"Terima kasih atas jasa dan darma baktinya selama dua tahun di Bone. Kami jajaran Forkopimda merasa kehilangan dengan pindah tugasnya Pak Surachmat," katanya dalam sambutan pisah sambut di Lapangan Tenis Cakra Kantor PN Kelas IA Watampone, Jumat (29/1/2021).

Menurut dia, Surachmat menjadi sosok penyemangat bagi Forkopimda. Ketika Surachmat ada, suasana selalu menjadi riang.

"Beliau ini menjadi sosok penyemangat bagi kami. Selalu riang orangnya," terangnya.

Andi Fahsar pun menyampaikan selamat datang  kepada Ketua PN Kelas IA Watampone yang baru, Pandji Santoso.

"Selamat datang Ketua Pengadilan yang baru. Saya yakin dan percaya, kehadiran bapak menambah suasana keakraban di Bone, terutama di jajaran Forkopimda," ucapnya.

Bupati Bone dua periode ini menuturkan, keakraban dan sinergitas di Bone sangat luar biasa. Persaudaraan sangat kental. Namun, tidak berarti akan mempengaruhi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

"Tupoksi berjalan sesuai dengan standar dan prosedur, tapi persaudaraan dan silaturahmi harus tetap dijaga. Kami berpikir daerah seperti Bone ini akan selalu melihat keakraban, kekompakan, sinergitas Forkopimda sehingga bisa menjaga situasi dan kondisi Kamtibmas," tandasnya.

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved