Gempa Sulbar
Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian Gempa Sulbar, Warga Mamuju Pilih Jual Pop Ice
Rina (26) memilih menjual pon ice demi menyambung hidup di tenda pengungsian Stadion Manakarra Mamuju.
Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Rina (26) memilih menjual pon ice demi menyambung hidup di tenda pengungsian Stadion Manakarra Mamuju.
Rina mengaku menjual pop ice sejak dua hari lalu dengan harga Rp 5 ribu per gelas.
"Saya tetap menjual dengan harga normal meski es batu sebagai bahan dasar masih jarang ditemukan,"kata Rina kepada tribun ditemui di halaman Stadion Manakarra Mamuju, Kamis (28/1/2021).
Ibu dua anak itu juga mengungkapkan terpaksa menjual pop ice untuk menutupi kebutuhan di pengungsian. Utamanya kebutuhan gizi anaknya dan dia sendiri.
"Sebelum gempa bumi berkekuatan 6.2 magnitudo mengguncang Sulbar, saya sudah menjual pop ice disekitar sini," ujar Rina.
Rina menjelaskan, ia bersama suaminya, Herman, 32 tahun, memiliki dua anak kecil yang harus dipenuhi kebutuhannya.
"Anak saya bernama Muhammad Bilal, 3 tahun, serta Muhammad Sultan, 1 tahun,"tuturnya.
Diketahui, gempa bumi yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat 15 Januari lalu, membuat ribuan mengungsi, mereka kehilangan rumah, rusak akibat gempa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warga-mamuju-sulbar-rina-26-tahun-yang-sedang-menjual-di-lokasi-pengungsian.jpg)