Khazanah Islam
Hukum Pegang Kemaluan Setelah Wudhu, Batalkah?
Sebelum melaksanakan Salat 5 waktu, umat muslim wajib dalam keadaan suci dengan berwudhu. Namun bagaimana hukum pegang kemaluan setelah wudhu? Apaka
Madzhab Syafi’iy berpendapat bahwa Menyentuh kemaluan dapat membatalkan wudhu. Pendapat Madzhab Syafi’iy ini sama seperti pendapat Madzhab Maliki.
Dalam masalah ini, Madzhab Syafi’iy menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad & Imam Tirmidzi:
وعن زيد بن خالد إن النبي صلى الله عليه وسلم قال: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأ».
Dari Zaid bin Khalid radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW bersabda: Siapa yang menyentuh kemaluannya maka harus berwudhu. (HR. Ahmad dan At-Tirmizy. Shahih)
d. Madzhab Hanbali
Madzhab Hanbali berpendapat bahwa Menyentuh kemaluan dapat membatalkan wudhu. Pendapat Madzhab Hanbali ini sama seperti pendapat Madzhab Maliki & Syafi’iy.
Dalam masalah ini, Madzhab Hanbali menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad & Imam Tirmidzi:
وعن زيد بن خالد إن النبي صلى الله عليه وسلم قال: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأ».
Dari Zaid bin Khalid radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW bersabda: Siapa yang menyentuh kemaluannya maka harus berwudhu. (HR. Ahmad dan At-Tirmizy. Shahih)
D. Mengangkat Tang (*)
Sumber: Buku Masalah Khilafiyah 4 Mazhab Terpopuler karya Muhammad Ajib, LC, MA Terbitan Rumah Fiqih Publishing 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-wudhu-1.jpg)