Khazanah Islam
Hukum Pegang Kemaluan Setelah Wudhu, Batalkah?
Sebelum melaksanakan Salat 5 waktu, umat muslim wajib dalam keadaan suci dengan berwudhu. Namun bagaimana hukum pegang kemaluan setelah wudhu? Apaka
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebelum melaksanakan Salat 5 waktu, umat muslim wajib dalam keadaan suci dengan berwudhu.
Namun bagaimana hukum pegang kemaluan setelah wudhu? Apakah batal wudhu jika pegang kemaluan?
Terkait batalkah wudhu jika memegang kemaluan ini, ada beberapa pendapat dari berbagai mazhab.
Berikut ini lengkapnya di Khazanah Islami tribuntimur:
a. Madzhab Hanafi
Madzhab Hanafi berpendapat bahwa Menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu.
Dalam masalah ini, Madzhab Hanafi menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, An-Nasai, Abu Dawud & Ibnu Majah:
عن طلق بن علي رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم سئل عن مس الذكر في الصلاة «الرجل يمس ذكره، أعليه وضوء؟ فقال صلى الله عليه وسلم: إنما هو بضعة منك،».
Hadits Thalq bin Ali dari ayahnya bahwa : Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya dalam shalat , apakah dia harus wudhu? maka Nabi menjawab : Itu hanyalah bagian dari dirimu. (HR. Tirmidzi,Nasai,Abu Dawud, Ibnu Majah)
b. Madzhab Maliki
Madzhab Maliki berpendapat bahwa Menyentuh kemaluan dapat membatalkan wudhu.
Dalam masalah ini, Madzhab Maliki menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad & Imam Tirmidzi:
وعن زيد بن خالد إن النبي صلى الله عليه وسلم قال: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأ».
Dari Zaid bin Khalid radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW bersabda: Siapa yang menyentuh kemaluannya maka harus berwudhu. (HR. Ahmad dan At-Tirmizy. Shahih)
c. Madzhab Syafi’iy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-wudhu-1.jpg)