Breaking News:

Gempa Sulbar

Sejumlah Pengungsi Korban Gempa Sulbar Alami Trauma Berat

Sejumlah korban gempa 6,2 SR di Sulawesi Barat (Sulbar)alami trauma berat. Kondisi mereka kerap gelisah serta cemas

ISTIMEWA
Tim Trauma Healing Kodim 1402/Polmas melakukan rapid assesment di titik pengungsian yang tersebar di Kabupaten Polewali Mandar, mulai sejak Minggu, (24/1/20) kemarin 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN -- Sejumlah korban gempa 6,2 SR di Sulawesi Barat (Sulbar)alami trauma berat. Kondisi mereka kerap gelisah serta cemas akibat dihantui berbagai ketakutan berlebihan.

Kondisi ini ditemukan  saat Tim Trauma Healing Kodim 1402/Polmas  melakukan rapid assesment  di titik pengungsian yang tersebar di Kabupaten Polewali Mandar, mulai sejak Minggu, (24/1/20) kemarin.

Beberapa pengungsi yang mengalami trauma berat yang ditemukan, dititik pengungsian SMA 1 Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar

Seorang anak berusia 2 tahun asal Samalio, Kabupaten Majene mengalami kecemasan terhadap benda-benda yang bergerak.

Kemudian seorang ibu dengan berusi 36 tahun asal Malunda,  mengalami psikosomatis yakni tremor pada kedua tangan.

Selain ada juga seorang perempuan yang mengungsi di SMK Balanipa mengalami ganggua kecemasan sehingga mengakibatkan susah untuk tidur.

"Tim Konseling penyintas telah melakukan berbagai penanganan  yang diawali dengan assesment dan dilanjutkan Play Theraphy dengan berbagai bentuk kegiatan seperti bernyanyi bersama, menggambar, mendongeng dengan tujuan utama agar anak-anak menemukan kembali keceriaan, " kata
Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo.

Menurutnya, setiap penanganan trauma healing yang kita lakukan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan kelompok Dewasa,  Rentan yakni lansia, Ibu Hamil, Menyusui,  balita dan Anak.

Sementara Koordinator Tim Konseling Penyintas Mimit Pakasi, menyebut bahwa Tim Trauma healing dan konseling penyintas dari Kodim 1402/Polmas telah melakukan assesment awal yang bertujuan untuk menggali potensi trauma.

Dimana tim telah mengidentifikasi para pengungsi kedalam tiga klasifikasi trauma, yakni ringan, sedang dan berat.Khusus yang mengalami trauma berat tim telah memberikan intervensi awal.

Lanjut Dandim, ia mengapresiasi relawan dari guru-guru Paud yang juga turun kelapangan memberikan trauma healing kepada kelompok balita dan anak. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved