Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

Jika Benar Ada Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp 43 T di Era Jokowi, Anak Buah SBY: Koruptor Itu Hewan

Sedang heboh kejaksaan usut Korupsi BPJS Ketenagakerjaan nilainya sampai Rp 43 triliun. Siapa pelaku Korupsi BPJS Ketenagakerjaan akan diketahui nanti

Editor: Mansur AM
bsu.bpjamsostek.id
Sedang heboh kejaksaan usut Korupsi BPJS Ketenagakerjaan nilainya sampai Rp 43 triliun. Siapa pelaku Korupsi BPJS Ketenagakerjaan akan diketahui nanti 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jika benar ada Korupsi BPJS Ketenagakerjaan di rezim Jokowi, politisi Partai Demokrat Marzuki Alie menyebut pelakunya lebih sadis dari binatang.

Saat ini, kejaksaan usut Korupsi BPJS Ketenagakerjaan.

Nilai kerugian negara tak tanggung-tanggung, ditaksir Rp 43 triliun. Wow!

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie pun menyayangkan mengenai kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Marzuki Alie, para pelaku dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan tersebut sudah tidak memiliki hati sebagai manusia.

Bagaimana tidak, uang rakyat yang memang hak rakyat ternyata secara terang-terangan dikorupsi.

“Uang bansos orang miskin, uang Tenaga Kerja BPJS, uang simpanan rakyat Jiwasraya, semua dikorup," tulis mantan anak buah SBY di Demokrat ini. 

"Korupsi APBN sudah biasa, ini luar biasa, sudah tidak ada hati manusia lagi, lebih buruk dari hewan,” sambungnya dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @marzukialie_MA yang dikutip tribun-timur.com Rabu, 20 Januari 2021.

Ketua DPR RI di era SBY ini menambahkan, oknum pejabat-pejabat yang melakukan korupsi tersebut dilaknat tujuh turunan.

“Sebaiknya pejabat-pejabat ini sumpahnya dibuat eda, dilaknat tujuh turunan,” ujar Marzuki Alie.

Kejaksaan Agung RI menggeledah kantor pusat PT Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di sekitar DKI Jakarta pada Senin (18/1/2021).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan bahwa penggeledahan menyusul penyidikan terkait dugaan korupsi di tubuh perusahaan plat merah tersebut.

"Tim jaksa penyidik telah melakukan penggeledahan di kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Jakarta Selatan dan menyita data serta dokumen," kata Leonard dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Kejagung, kata dia, juga tengah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Hingga saat ini, ada 20 orang saksi yang diperiksa oleh penyidik Kejagung RI.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved