Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Merger 3 Bank Syariah Dapat Percepat Pemulihan Ekonomi, Andalkan 1.200 Cabang dan 20 Ribu Pekerja

Merger tiga bank syariah BUMN harus dipercepat untuk menjaga relevansi tawaran produk perbankan ke nasabah

Tayang:
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Ilham Mulyawan Indra
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Teller melayani pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bank Mandiri Syariah, Jl Boulevard, Makassar. Pemerintah rencananya akan segera menggabungkan tiga bank syariah BUMN, diantaranya Mandiri Syariah, BNI syariah dan BRI Syariah TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Merger 3 Bank Syariah Dapat Percepat Pemulihan Ekonomi, Andalkan 1.200 Cabang dan 20 Ribu Pekerja

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Kementerian BUMN optimistis penggabungan (merger) tiga bank syariah yakni BRISyariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), bakal mempercepat perwujudan multiplier effect bagi ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely dalam webinar Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021 baru-baru ini.

Alasannya, dengan merger ini, maka skala cakupan dan layanan perbankan syariah kian luas menjangkau masyarakat.

Apalagi BSI nantinya akan beroperasi dengan mengandalkan 1.200 cabang dan 20 ribu lebih pekerja yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

"Harapannya, adanya konsolidasi ini rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45 persen hingga 50 persen," ujar Nawal Nely.

Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi saat mengikuti Webinar Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021.
Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi saat mengikuti Webinar Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021. (ISTIMEWA)

Maka, lanjut dia, proses merger ketiga bank syariah ini harus dipercepat, karena dibutuhkan konsolidasi guna memperkuat posisi BSI.

Sehingga dapat menjaga relevansi penawaran produk ke nasabah maupun tata kelola yang baik.

“Sudah sangat penting (merger) dilakukan. Tujuannya untuk menjaga relevansi tawaran produk perbankan ke nasabah maupun menjaga governance dari implementasi ekspansi BSI," ungkapnya.

Ia juga berharap keberadaan BSI bisa membawa pengaruh signifikan pada masyarakat.

Dengan konsolidasi, lebih dari sekadar legal, tapi juga secara operasional, sistem, dan pelayanan yang terbaik.

Bersaing Global

Nawal Nely menambahkan, merger ketiga bank juga berpotensi menyaingi bank syariah lain secara global.

Dapat disejajarkan dengan perbankan syariah negara-negara Islam lainnya hingga menduduki ranking tujuh atau delapan berdasarkan aset.

“Secara global, Bank Syariah Indonesia bisa menjadi satu dari top 10 global bank yang islamic. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved