Menteri Era Jokowi-JK, Andi Amran Sulaiman Komandoi Pendistribusian Logistik Korban Gempa Sulbar
"Inilah bentuk kepedualian kami," kata CEO Tiran Group dan AAS Foundation, Andi Amran Sulaiman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri di era Jokowi-JK, yakni mantan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (51), turut prihatin atas musibah gempa yang terjadi di Sulawesi Barat.
Olehnya, ia mengirim bantuan 15 ribu paket logistik dan makanan untuk korban gempa di tiga kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar).
Bantuan sudah didistribusi dari Makassar ke Polewali Mandar, Majene dan episentrum gempa terparah, Mamuju.
Bantuan dikirim bertahap sejak Sabtu (16/1/2021) dan mulai dibagikan Minggu (17/1/2021).
Logistik terdiri bahan makanan, minuman, sandang, shelter material dan P3K itu dipacking dengan label Bantuan Kemanusiaan Tiran Group dan AAS Foundation.
Selain itu, AAS Foundation juga mengirim logistik dan paket Covid-19 hygenist kit, seperti masker, kaus tangan, dan cairan pembersih.
15 ribu paket bantuan logistik berupa mie instant, beras, gula pasir, sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, shampo dan kebutuhan mendesak lainnya dikirim dengan 3 iringan truk.
"Inilah bentuk kepedualian kami," kata CEO Tiran Group dan AAS Foundation, Andi Amran Sulaiman dalam rilis yang diterima Tribun, tadi malam.
Gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi pada Jumat (15/1) pukul 02.28 WITA di Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat mengakibatkan 42 orang meninggal dunia (34 di Kabupaten Mamuju dan 8 di Kabupaten Majene).
Sebanyak 15 ribu warga Kabupaten Majene, telah mengungsi ke tempat yang aman. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.
Amran mengomandoi langsung bantuan ini. Mulai stocking, packing, pengiriman hingga distribusi.
"Pak Amran langsung turun tangan bersama karyawan," kata Direktur Utama Tiran Group Mochammad Safri Sabit,.
Amran mengungkapkan duka mendalam atas bencana alam yang menimpa sekitar 600 ribu warga dan pengungsi.
Tiran Group dan AAS Foundation juga akan berkoordinasi dengan pemerintah Sulbar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar bantuan tersebut segera tersalurkan ke warga.
“Semoga, bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sulbar. Hari ini, saya minta kirim. Kalau darat tidak bisa, ya lewat laut atau lewat udara,” terang Menteri Pertanian periode 2014-2019 itu.