Dari Tukang Becak Hingga Pengangkut Sampah, Pemuda ini Kini Mampu Raup Omzet Rp60 Juta Per Bulan
Amin telah membuka lima cabang es teler di Bulukumba, dengan mempekerjakan lima pemuda sebagai karyawannya.
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Usaha tak pernah menghianati hasil. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Al Amin di Kabupaten Bulukumba.
Setelah masa kontraknya berakhir sebagai perawat di RSUP Wahidin Makassar, Ia kemudian memilih banting setir merintis usaha minuman es teler.
Amin memutuskan berhenti, karena tak bisa bekerja dan terikat dengan sistem.
"Saya tidak bisa terikat sistem dan waktu yang ditentukan, apalagi biaya kehidupan di Makassar cukup keras," beber Amin, Jumat (15/1/2021).
Tak mudah bagi pria asal Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba itu untuk berwirausaha.
Pasalnya tak ada dukungan dari keluarganya.
Namun, di sisi lain Amin harus memilih, lantaran penghasilan dari pekerjaan sebelumnya hanya cukup untuk kebutuhannya bersama sang istri.
Amin memang dikenal sebagai pekerja keras.
Tamat di bangku SMA, Ia tak langsung kuliah.
Amin harus hijrah ke negeri Jiran, Malaysia, hingga terkumpul biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Ayahnya yang hanya tukang panjat kelapa dan ibunya yang hanya Ibu Rumah Tangga (IRT), tak bisa Ia bebani untuk biaya menempuh pendidikan lebih tinggi.
Saat masih bersekolah, Amin kecil selalu menyempatkan diri untuk mengayuh becak saat libur, agar ada penghasilan tambahan.
Bahkan, saat masih kuliah, Amin harus jadi pengangkut sampah.
Upah dari mengangkut sampah itu digunakan untuk membeli buku dan kebutuhan sehari-harinya.
Kisah hidupnya mulai berubah di tahun 2015, ketika Ia rintis usaha penjualan es teler setelah meminjam uang di bank sebagai modal usaha.
"Alhamdulillah pendapatan dari penjualan es teler Rp2 juta perhari. Jika ditotal maka Rp60 juta per bulan, untungnya sekitar Rp10 juta sebulan," kata Amin.
Kini, dengan ketekunannya Amin telah membuka lima cabang es teler di Bulukumba, dengan mempekerjakan lima pemuda sebagai karyawannya.
Dari hasil usahanya itu, Amin telah memilki rumah sendiri dan kendaraan pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/al-amin-pengusaha-es-teler-asal-kabupaten-bulukumba-sulsel.jpg)