Breaking News:

Citizen Reporter

Baznas Bulukumba Pelatihan Pemasaran dan Pengelolaan Lebah Madu di Tabuakkang

Baznas Bulukumba mengadakan pelatihan pemasaran dan pengelolaan lebah madu menghadirkan owner Kedai Madu Sulawesi di Dusun Tabuakkang

CITIZEN REPORTER
Baznas Bulukumba mengadakan pelatihan pemasaran dan pengelolaan lebah madu menghadirkan owner Kedai Madu Sulawesi di Dusun Tabuakkang Desa Kahayya Kec. Kindang Kab. Bulukumba, Selasa (1212021). 

Citizen Reporter, Akbar Alimuddin melporkan dari Bulukumba

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Baznas Bulukumba mengadakan pelatihan pemasaran dan pengelolaan lebah madu menghadirkan owner Kedai Madu Sulawesi di Dusun Tabuakkang Desa Kahayya Kec. Kindang Kab. Bulukumba, Selasa (12/1/2021).

Pelatihan ini sengaja dikemas secara non-formal yang ditempatkan di rumah salah satu warga karena warga sekitar terkadang canggung dan tidak mau hadir jika pertemuan dilakukan secara formal.

Salah satu tujuan melakukan pelatihan hari ini dengan menghadirkan Owner Kedai Madu Sulawesi sebagai narasumber yakni untuk memberikan penguatan kepada petani mulai dari proses pengolahan sampai pada tahap pemasaran.

Pelatihan ini dhadiri oleh kelompok tani madu yang baru saja dibentuk oleh Baznas yang terdiri dari 20 orang anggota.

Salah satu alasan dibentuknya kelompok petani madu, mengingat potensi madu di Desa Kahayaa sangat besar dengan kondisi alam yang memungkinkan berada dipuncak dengan ketinggian 1400 MGPL yang dikelilingi oleh hutan berlantara.

“Hanya saja potensi madu disini belum mampu memberikan efek terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar, sehingga dengan terbentuknya kelompok tani madu diharapkan bisa menjadi wadah bagi petani sekitar untuk bisa memaksimalkan potensi madu di Desa kahayya selain itu, melalui kelompok tani ini kita juga akan mencoba untuk mengembangkan peternakan lebah agar kedepan peternakan lebah disini bisa menjadi tambahan wahana agrowisata di Desa Kahayya,” ujar Basmawati Haris atau sering disapa Basma penanggung jawab program di Desa Kahayya.

Dalam pelatihan ini ada beberapa materi yang didapatkan oleh petani diantaranya memberikan penjelasan dan gambaran tentang manfaat madu secara umum agar warga sekitar tidak hanya fokus untuk menjual madu namun diharapkan untuk bisa mengkonsumsi madu secara rutin.

Hal ini sejalan dengan visi Kedai Madu Sulawesi untuk membudayakan konsumsi madu di masyarakat.

Karena konsumsi madu di masyarakat masih sangat rendah yakni sekitar 15gram pertahun dibandingkan dengan penduduk di negara-negara lain seperti Jepang atau negara-negara di Eropa yang mengkonsumsi madu rata-rata 1500gram pertahun.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved