Dipimpin Farouk M Betta, Golkar Makassar Kalah Terus
Kekalahan pertama Partai Golkar di bawah komando Farouk M Betta bermula pada Pilwali Makassar 2018.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Imam Wahyudi
Perolehan suara kotak kosong memperoleh suara Pilkada Makassar 2018 sebanyak 53,23 persen.
Perolehan suara calon tunggal Appi-Cicu yang diusung 10 partai besar meraih suara sebanyak 46,77 persen.
Setahun berselang, 2019, dominasi Partai Golkar dalam pemilihan legislatif Kota Makassar juga hancur.
Golkar hanya meraih lima kursi parlemen Makassar, turun tiga kursi dibanding Pemilu 2019. Bahkan Farouk sendiri gagal melenggang kembali ke DPRD Makassar.
Partai berlambang pohon beringin itu kalah pengaruh dibanding Partai Nasdem, Demokrat, dan PDI-Perjuangan yang meraih enam kursi.
Kursi Ketua DPRD Kota Makassar pun direbut Nasdem dari Partai Golkar.
Terbaru Hasil Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 menambah deretan kekalahan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Farouk M Betta.
Usungan Golkar Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun NH kalah telak dibanding tiga kontestan lainnya.
Pasangan berjuluk Imun itu hanya meraih 4,9 persen atau 25.810 suara.
Tertinggal jauh dari pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) yang keluar sebagai pemenang.
Pasangan berjuluk Adama ini meraih suara 41,3 persen dengan torehan 218.907 suara.
Disusul pasangan nomor urut dua Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando sebesar 34.70 persen atau 183.967 suara.
Lalu pasangan nomor urut tiga Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan) sebesar 19,00 persen atau 100.783 suara.