'Bu Risma' Trending Dikatai Pencitraan, Anak Buah Megawati; Tak Ada Kaitannya dengan Pilkada DKI
'Bu Risma' Trending Dikatai Pencitraan, Anak Buah Megawati; Tak Ada Kaitannya dengan Pilkada DKI
TRIBUN-TIMUR.COM - Kata kunci " Bu Risma " menjadi topik pembicaraan dan Trending di Twitter Indonesia pada Rabu (6/1/2021).
Setidaknya hingga Rabu siang pukul 14.00 WIB, sudah ada lebih dari 13,8 ribu cuitan yang menggunakan " Bu Risma " dalam unggahannya.
Pembicaraan ini ternyata membahas soal pro-kontra blusukan yang dilakukan mantan Wali Kota Surabaya dua periode, Tri Rismaharini, yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial. Anak buah Megawati tersebut bahkan dituding Penditraan untuk Pilkada DKI.
Diketahui, semenjak dilantik menjadi menteri kabinet, Risma memang sudah beberapa kali melakukan Blusukan di seputar wilayah DKI Jakarta.

Dituding berlebihan
Namun, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menilai aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma sebagai sesuatu yang berlebihan.
"Jangan lebay aja, dikemas berlebihan norak jadinya. Yang dilakukan bu Risma termasuk kategori berlebihan," ujar Mujiyono saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).
Sementara itu Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto membela blusukan yang dilakukan kader partainya itu. Menurut Hasto Blusukan yang dilakukan Risma menunjukkan kepemimpinan yang merakyat.
"Bu Risma juga kan belum lama dilantik, jadi karakter kepemimpinan Bu Risma setiap kunjungan ke daerah itu turun dan menyapa rakyat khususnya mereka yang miskin yang terpinggirkan yang diperlakukan tidak adil," kata Hasto.
Kata warganet
Selain itu, netizen pun ramai membicarakannya di lini masa media sosial, ada yang pro,ada juga kontra.
Tanggapan pro Risma salah satunya ditunjukkan oleh akun @matheo_ardhitio.
"Baru jg 2 minggu udah dinyinyirin harusnya seluruh Indonesia. Tp kalau pun kmrn BU Risma langsung ninjau perbatasan, NTT, atau Papua, pasti dinynyirin lg: baru menjabat udah keliling jalan2. Emang sih sebagian org itu cm bs melihat keburukan," tulis dia.
Sementara salah satu tanggapan bernilai kontra disampaikan oleh akun @sihezan.
"Mungkin Bu Risma masih terbawa ritme waktu masih jadi walikota yang keliling kota dan bagi bagi nasi kotak. Sementara sekarang udah jadi menteri yang skalanya nasional. Biarlah yang keliling kota itu walikota atau gubernur biar lahan pencitraannya jangan dimakan juga," tulisnya.