Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

5 Tahun Densus 88 Intai Aktivitas Teroris JAD Sulsel, Tangkap 18 Orang, 2 Ditembak Mati

Ustad Basri adalah pimpinan Yayasan Pondok Pesantren AR Ridho yang berafiliasi dengan JAD dan ISIS.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam pimpin rilis beserta gelar barang bukti itu berlangsung di Aula Mappaodang, Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Kamis (7/1/2021) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sudah lima tahun lamanya, aktivitas Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan, diintai atau dalam pemantauan Tim Densus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisan Negara Republik Indonesia (Mabes Polri).

Hal itu diungkapkan, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat merilis pengungkapan 20 terduga teroris di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis (7/1/2021) siang.

"Terhadap yang bersangkutan (20 terduga teroris) dilakukan pengintaian dari tahun 2015 sampai 2021," kata Merdisyam.

Sementara itu, analis Kebijakan Utama Bidang Inteljen Densus 88 Antiteror Mabes Polri Brigjen Pol Ibnu Suhendra, mengatakan penangkapan 20 terduga teroris itu merupakan operasi lanjutan pada 2014 terhadap ustad Basri.

Ustad Basri adalah pimpinan Yayasan Pondok Pesantren AR Ridho yang berafiliasi dengan JAD dan ISIS.

Ia meninggal dunia saat menjalani masa hukuman di Nusa Kamabangan 2015 silam.

"Ini adalah kelanjutan operasi yang dulu, dimana Ustad Basri sebagai pemilik Yayasan AR Ridho mengumpulkan beberapa pemuda-pemuda dari beberapa daerah," kata Brigjen Ibnu Suhendra.

Pemuda yang direkrut ustad Basri itu lanjut Ibnu Suhendra, berasal dari daerah, Bima, Poso dan Sulawesi.

Mereka lalu didoktrin paham-paham radikal dan bahkan dilatih layaknya pasukan paramiliter.

"Dampak dari radikalisme yayasan Ar Ridho, anak muda kita mengumpulkan peralatan ini (barang bukti yang diamankan) untuk melakukan Idat atau latihan para militer," ujarnya.

Latihan itu kata dia, bertujuan menyerang aparat dan kelompok yang tidak sejalan dengan ideologinya.

Sekedar diketahui, 20 terduga teroris jaringan JAD Sulsel itu ditangkap di tiga kabupaten kota berbeda, Rabu kemarin.

Mulai dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa hingga ke Kabupaten Enrekang.

Di Makassar, tepatnya di Perumahan Villa Mutiara dan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya dan di Kecamatan Tallo.

Di Kabupaten Gowa, tepatnya di wilayah Kecamatan Somba Opu dan di Kabupaten Enrekang, tepatnya di Desa Taulo, Kecamatan Alla.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved