Tribun Edukasi
Sejarah dan Perkembangan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional pada 18 Agustus 1945, atau sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI.
Ini mudah diterima masyarakat dan dijadikan sebagai bahasa perhubungan antarpulai, antarsuku, atau antarpedagang. Lama kelamaan, bahasa Melayu dipakai di wilayah Nusantara.
Dalam perkembangannya bahasa Melayu dipengaruhi budaya di Nusantara. Bahasa Melayu mulai menyerap kosakata dari berbagai bahasa.
Seperti bahasa Sansekerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Kemudian muncul berbagai variasi dan dialek dari bahasa Melayu.
Ini mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.
Rasa persaudaraan ini yang menjadi inspirasi para pemuda Indonesia yang menggelar rapat pemuda pada 1928.
Peristiwa itu membuat perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat.
Sekarang bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Dilansir dari Kompas.com (9/10/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.
Salah satu poin dalam Pepres itu, presiden, wakil presiden, dan pejabat negara menggunakan bahasa Indonesia saat berpidato baik di dalam negari atau luar negeri.
Pada pasal berikutnya diatur penggunaan yang lebih rinci. Di dalam negeri, presiden, wakil presiden dan pejabat lain wajib berbahasa Indonesia baik di forum nasional maupun internasional.
Sementara itu, aturan mengenai pidato resmi di luar negeri juga mengatur hal yang sama, yakni wajib menggunakan Bahasa Indonesia. Baca berikutnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahasa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20-ucapan-selamat-hari-guru-nasional-2020-berbahasa-indonesia-dan-inggris-cocok-diirim-via-whatsapp.jpg)