Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Sejarah dan Perkembangan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional pada 18 Agustus 1945, atau sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI.

Tayang:
Editor: Sudirman
kemendikbud.go.id
20 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2020 Berbahasa Indonesia dan Inggris, Cocok Diirim via WhatsApp 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional pada 18 Agustus 1945, atau sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI.

Saat ini, Bahasa Indonesia telah ditetapkan menjadi bahasa persatuan.

Ketetapannya dituangkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 36, yang menyatakan bahwa "Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia".

Sejarah Bahasa Indonesia

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahasa Indonesia lahir pada 28 Oktober 1928.

Pada saat itu para pemuda di pelosok Nusantara sedang berkumpul dalam rapat pemuda.

Dalam rapat tersebut menghasilkan tiga ikrar yang diberi nama Sumpah Pemuda.

Tiga ikrar tersebut, yakni bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar yang ketiga merupakan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia.

Pada waktu itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

Bahasa ini tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang jaman dulu sudah dipakai sebagai bahasa perhubungan dan perdagangan.

Tidak hanya ke Kepulauan Nusantara tapi hampir di seluruh Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, bahasa melayu sudah dipakai sejak abad ke-7.

Kerajaan-kerajaan di Indonesia juga memakai bahasa melayu. Tidak hanya Kerajaan Majapahit, tapi juga Kerajaan Sriwijaya.

Perkembangan

Bahasa melayu mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Bahasa Melayau menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam.

Ini mudah diterima masyarakat dan dijadikan sebagai bahasa perhubungan antarpulai, antarsuku, atau antarpedagang. Lama kelamaan, bahasa Melayu dipakai di wilayah Nusantara.

Dalam perkembangannya bahasa Melayu dipengaruhi budaya di Nusantara. Bahasa Melayu mulai menyerap kosakata dari berbagai bahasa.

Seperti bahasa Sansekerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Kemudian muncul berbagai variasi dan dialek dari bahasa Melayu.

Ini mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

Rasa persaudaraan ini yang menjadi inspirasi para pemuda Indonesia yang menggelar rapat pemuda pada 1928.

Peristiwa itu membuat perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat.

Sekarang bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Dilansir dari Kompas.com (9/10/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.

Salah satu poin dalam Pepres itu, presiden, wakil presiden, dan pejabat negara menggunakan bahasa Indonesia saat berpidato baik di dalam negari atau luar negeri.

Pada pasal berikutnya diatur penggunaan yang lebih rinci. Di dalam negeri, presiden, wakil presiden dan pejabat lain wajib berbahasa Indonesia baik di forum nasional maupun internasional.

Sementara itu, aturan mengenai pidato resmi di luar negeri juga mengatur hal yang sama, yakni wajib menggunakan Bahasa Indonesia. Baca berikutnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahasa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved