Breaking News:

Tribuners Memilih

Pleno Rekapitulasi Pilkada Selayar, Basli Ali-Saiful Arif Raih 48.592 Suara Sah

KPU Kabupaten Kepulauan Selayar telah menggelar pleno rekapitulasi penetapan hasil perhitungan suara Pilkada Selayar 2020

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
Dok Nur
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah menggelar pleno rekapitulasi penetapan hasil perhitungan suara Pilkada Selayar 2020, Kamis (17122020) kemarin. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah menggelar pleno rekapitulasi penetapan hasil perhitungan suara Pilkada Selayar 2020, Kamis (17/12/2020) kemarin.

Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Muhammad Basli Ali - Saiful Arif, tercatat memiliki suara terbanyak.

Pasangan dengan akromin BAS tersebut, berhasil meraih suara sah sebesar 48.592 suara. 

Mengalahkan rivalnya paslon nomor urut 1, Zainuddin - Aji Sumarno (ZAS) yang hanya berhasil meraih suara sah sebesar 29.115 suara. 

Dari hasil rekapitulasi, jumlah suara sah di Pilkada Selayar 2020 sebanyak 77.707, sedangkan suara tidak sah sebanyak 895.

Sehingga total hak pilih yang menyalurkan hak suaranya di Pilkada Selayar tahun ini, yakni total sebanyak 78.602 hak pilih.

Pasangan Basli Ali -Saiful Arif tercatat unggul di 11 kecamatan, yakni Kecamatan Benteng, Kecamatan Bontoharu, Kecamatan Bontosikuyu, Kecamatan Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kecamatan Bontomanai, Kecamatan Buki, Kecamatan Pasilambena, Kecamatan Takabonerate, Kecamatan Bontomatene dan Kecamatan Pasimarannu. 

Komisioner KPU Selayar Andi Dewantara, Jumat (17/12/2020), mengatakan, jumlah partisipasi pemilih Pilkada Kabupaten Selayar mencapai 83,45 persen.

"Partisipasi pemilih ini cukup tinggi dan yang tidak menggunakan hak pilih karena ada beberapa kategori, seperti mahasiswa yang sedang di Makassar," kata Dewantara.

Dewantara membeberkan, paslon yang tidak setuju dengan hasil rapat pleno KPU bisa mengajukan gugatan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Waktu yang diberikan adalah tiga hari setelah rekapitulasi hasil Pilkada Bulukumba 2020 ditetapkan.

Nantinya, lanjut Dewantara, ketika MK melalui Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) menyatakan tidak ada perkara, maka tiga hari setelah BRPK terbit, KPU Selayar bisa menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih.

"Jika tidak ada perkara terdaftar di MK sejak penyampaian registrasi perkara tersebut, maka KPU akan menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih," pungkasnya. (TribunSelayar.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved