Breaking News:

Tribun Polman

Buron 7 Tahun, TKW Asal Polman Dijemput Intelijen Kejati Sulbar

Tim Intelijen Kejati Sulbar menangkap seorang DPO kasus korupsi simpan pinjam atas nama Jumiati Binti Tandi

ISTIMEWA
Tim Intelejen Kejaksaana Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap seorang DPO kasus korupsi simpan pinjam atas nama Jumiati Binti Tandi, Kamis (10/12/2020). Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Baru Pulang Jadi TKW, Wanita di Polman Dijemput Intelijen Kejati Sulbar, Ternyata Buron 7 Tahun, https://makassar.tribunnews.com/2020/12/10/baru-pulang-jadi-tkw-wanita-di-polman-dijemput-intelijen-kejati-sulbar-ternyata-buron-7-tahun. Penulis: Nurhadi Editor: Hasriyani Latif 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap seorang DPO kasus korupsi simpan pinjam atas nama Jumiati Binti Tandi, Kamis (10/12/2020).

Jumiati langsung dijemput tim intelijen Kejati Sulbar setelah diketahui baru saja pulang menjadi TKW di Dubai.

Kasi Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin menuturkan DPO Jumiati berhasil ditangkap setelah buron selama tujuh tahun.

Jumiati dijemput di rumahnya Desa Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

"Terpidana saat sementara tidur langsung tim Intelijen Kejati menjemputnya tanpa ada perlawanan," katanya.

Ia menyebutkan, Kejati Sulbar dalam kurun tiga bulan diketahui sudah mengamankan 11 DPO.

"Sudah 10 DPO sudah kami sikat dan barusan ditambah lagi 1 orang lagi kami tangkap di Polman, dan total kami sudah amankan sudah 11 DPO untuk tahun 2020," tuturnya.

Dia mengaku kepulangan Jumiati ke Indonesia rupanya terpantau oleh tim intel Kejati Sulbar dan Kejari Polman melalui akun sosmed (facebook).

Terpidana kemudian diikuti secara diam-diam hingga akhirnya dipastikan terpidana berada di Wonomulyo, Kabupaten Polman.

"Ditangkap oleh tim eksekutor Kejari Polman di bawah pengamanan tim Intel kejati Sulbar, yang dipimpin langsung oleh asisten Intelijen Irvan Paham Samosir," pungkasnya.

Penangkapan berjalan lancar dan tanpa perlawanan dari pihak terpidana dan saat ini terpidana langsung dibawa ke Kejari Polman untuk menjalani rapid test sebelum dieksekusi di Lapas Polman.

Itu berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mamuju No. 11/Pid.Sus/TPK/2017/PN.Mam tanggal 19 Juni 2017.

Dengan Amar Putusan pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan dengan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 88.865.467 subsider 5 bulan kurungan.(*)

Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved