Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Bagaimana Hukumnya Golput Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemi? ini Jawaban Ustadz Fahmi Salim

Bagaimana Hukum Golput Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemi? ini Jawaban Ustadz Fahmi Salim

Editor: Ilham Arsyam
tribunnews
ilustrasi golput 

TRIBUN-TIMUR.COM - ' Golput ' menjadi salah satu kata kunci yang trending di pencarian Google bertepatan dengan Pilkada Serentak Rabu 9 Desember 2020.

Netizen menyuarakan Golput salah satu penyebabnya adalah adanya pandemi virus corona alias Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk di Indonesia.

Baca juga: Daerah Mana Saja yang Pilkada 9 Desember 2020? ini Daftar Lengkapnya!

SIMULASI PEMUNGUTAN SUARA - Kata ahli soal partisipasi pemilih dalam pilkada serentak 2020
SIMULASI PEMUNGUTAN SUARA - Kata ahli soal partisipasi pemilih dalam pilkada serentak 2020 (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Lalu bagaimana hukumnya golput di tengah pandemi menurut Islam?

Berikut penjelasan founder Al - Fahmu Institute Ustadz Fahmi Salim Lc di akun youtubenya 2 Oktober 2020 lalu.

Sebelum menjawab pertanyaan itu, ustadz Fahmi lebih dahulu membacakan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2009 terkait hukum memilih pemimpin. 

Dalam fatwa tahun 2009 itu mewajibkan untuk memilih pemimpin yang dipandang memenuhi atau mendekati 6 kriteria.

Keenam kriteria itu yakni: beriman, bertaqwa, sidiq , amanah, tabligh, dan fathonah.

Lantas jika pemilu berlangsung di tengah pandemi, apakah wajib memilih pemimpin?

Ustadz Fahmi Salim mengatakan, jika sebelumnya ormas islam seperti MUI, NU dan Muhammadiyah sebenarnya sudah menuntut agar Pilkada serentak ditunda karena pandemi.

Namun karena sudah diputuskan Pilkada dilaksanakan, menurutnya, selama penyelenggara menjamin terlaksananya protokol kesehatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved